Ilustrasi (Sumber: Www.vilondo.com)
Dream - Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, Kementerian Pariwisata Indonesia menerapkan kemudahan perjalanan Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi wisatawan mancanegara. Setelah memberi BVK kepada 30 negara, kini ditingkatkan kembali hingga mencapai 45 negara.
" Akan terus kita tambah, sehingga harapannya nanti pada 2015 ini bisa ditambah 45 negara lagi jadi mencapai 90 negara BVK," ungkap Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada Senin, 28 September 2015.
Hal itu dilakukan Kementerian Pariwisata dalam menindaklanjuti riset pasar yang telah dilakukan United Nation World Tourism Organization (UNWTO) dan The World Travel & Tourism Council (WTTC). Kedua lembaga itu menjelaskan bahwa perekonomian negara-negara yang tergabung G-20 meningkat hingga US$ 206 miliar saat menerapkan kemudahan perjalanan pariwisata ke negaranya.
" Bebas visa ini dampaknya besar sekali, karena kunjungan pariwisata kita terus tumbuh, imbuh Arief.
Selain diterapkan bebas visa, Kementerian Pariwisata juga tengah fokus membenahi pelayanan transportasi sebagai bentuk pelayanan di dalam negeri. Hingga saat ini jalur udara memegang peranan besar hingga 73 persen.
" Wisman yang datang ke sini kan pakai pesawat, sisanya 26 persen melalui laut dan 1 persen yang lewat darat," tuturnya saat ditemui di gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Sedangkan untuk meningkatkan perkembangan pasar di luar negeri, pemerintah telah menerapkan strategi pemasaran Destination, Original, Time (DOT). Tiga daerah telah ditetapkan sebagai pintu masuk destinasi wisata, yaitu Great Bali, Great Jakarta dan Great Batam.
" Strategi Original itu ditetapkan berdasarkan asal wisman yang menyumbang kontribusi besar untuk kita. Seperti Singapura, Malaysia, China, Jepang, Australia dan Jepang," ungkap Arief menambahkan.
Sebanyak 18 negara telah ditetapkan sebagai pasar utama. Kemudian, kelima negara tersebut menyumbang pemasukan hingga 61 persen dari total kunjungan wisata mancanegara. Sedangakn untuk strategi Time sendiri dipilih berdasarkan pola musim pasar.
Tidak hanya itu saja, Kementerian Pariwisata secara serius telah memikirkan bentuk promosi menggunakan Branding, Advertising dan Selling. " Masing-masing dari tiga itu sudah kami tentukan anggarannya dengan porsi 50 persen, 30 persen dan 20 persen," jelas pria kelahiran Banyuwangi itu.
(Ism, Laporan: Ratih Wulan)
Advertisement
Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara



Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Cara Berhenti Minum Minuman Manis dalam 14 Hari, Ikuti Langkah Sederhana Ini

PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau