Survei: Islam Jadi Agama Populer Anak Muda Tiongkok

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 17 Juli 2015 09:00
Survei: Islam Jadi Agama Populer Anak Muda Tiongkok
Islam menjadi agama dengan pemeluk golongan anak muda terbanyak di Tiongkok.

Dream - Pemeluk agama Islam di Tiongkok menunjukkan angka pertumbuhan. Di antara sekian banyak agama, Islam di Tiongkok menjadi agama yang memiliki banyak pengikut berusia muda di bawah 30 tahun melebihi Budha dan Katolik, berdasarkan China Religion Survey 2015.

" Islam cenderung memiliki demografi lebih muda," ujar Profesor Kajian Budha pada Sekolah Filsafat Universitas Renmin, Tiongkok, Wei Dedong kepada Global Times, Jumat 17 Juli 2015.

Wei terlibat dalam penyusunan survei tersebut. Dia mendapatkan temuan banyak pemeluk Islam berasal dari kelompok etnis minoritas.

" Merupakan hal biasa bagi wanita di komunitas tersebut untuk melahirkan beberapa anak. Anak-anak tersebut seketika akan menjadi muslim dan sangat langka dijumpai orang dewasa memeluk Islam," kata dia.

Berdasarkan survei tersebut, Islam memiliki jumlah pemeluk muda tertinggi di Tiongkok, sebanyak 22,4 persen berusia di bawah 30 tahun. Posisi kedua ditempati Katolik dengan 22 persen jumlah pemeluknya adalah anak muda Tiongkok.

Di sisi lain, lebih dari setengah penduduk Tiongkok berusia 60 tahun merupakan penganut Budhisme dan Taoisme.

Survei yang diluncurkan oleh Pusat Survei dan Riset Nasional (NSRC) pada Universitas Renmin ini dilakukan menggunakan metode wawancara sekitar 4.382 situs keagamaan yang tersebar di 31 daerah. Data tersebut dikumpulkan dari tahun 2013 hingga 2015.

Survei tersebut juga menunjukkan sejumlah lembaga negara melakukan kunjungan ke tempat-tempat berkumpulnya umat Islam di Tiongkok. Para peneliti percaya kunjungan tersebut dilakukan dalam upaya untuk membangun komunikasi dan menguatkan hubungan antara pemerintah dengan kelompok-kelompok beragama.

" Di beberapa daerah, hanya ada sekitar dua sampai tiga orang pengelola situs keagamaan," kata peneliti pada Institut Kajian Agama Dunia di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, Wang Meixiu.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup