7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Indonesian Islamic Society Of Brisbane (IISB)
Dream - Pertama kali sejak pandemi COVID-19 hadir setahun yang lalu, Indonesian Islamic Society of Brisbane (IISB), komunitas muslim Indonesia di Brisbane yang tergabung kembali menggelar acara buka bersama pada akhir pekan kemarin, Minggu, 25 April 2021 kemarin.
Acara yang merupakan kerja sama antara IISB dan Indonesian Student Association Griffith University (ISAGU) ini digelar di Multifaith, Griffith University, Nathan Campus, Queensland. Sebanyak 90 orang wargaa Indonesia yang berdomisili di sekitar Brisbane, Queensland menghadiri acara yang berlangsung khidmad tersebut.
Tak cuma buka puasa bersama saja, sederet acara seperti kajian online juga dilakukan IISB dengan menghadirkan narasumber Ustaz Faisal Kunhi yang membawakan tausiyah bertema ‘Ukhuwah Islamiyah & Ukhuwah Insaniyah’ jelang berbuka puasa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah, ramah tamah, sholat isya dan tarawih berjamaah.

Riardi Pratista Dewa, sang ketua panitia menjelaskan kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan dengan berbagai aturan dan pembatasan yang diberlakukan kepada setiap undangan yang hadir.
Seperti pembatasan jumlah peserta yang hadir, penyajian makanan rapi dalam kemasan (tidak dimasak ditempat atau prasmanan) dan harus memiliki lisesnsi food handling, peserta yang hadir juga harus melakukan registrasi online terlebih dulu.
Acara buka bersama ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi para pelajar Griffith Univ dan alumni serta warga Indonesia yang telah lama tinggal di Brisbane.
“ Semoga ke depan semakin banyak acara-acara yang bertujuan mengeratkan tali silaturahmi sesama warga Indonesia di Brisbane Australia,” ungkap Riardi Pratista Dewa.

Ikhlash kautsar selaku Presiden IISB mengatakan bahwa, sejak pemerintah Queensland menerapkan lockdown dan melarang aktivitas luar ruangan sejak 2020 lalu yang bersamaan dengan bulan Ramadan, masyarakat Muslim, khususnya yang berasal dari Indonesia terpaksa berpuasa, salat tarawih dan salat ied di rumah masing-masing.
Ia berharap dengan berangsur pulihnya kondisi ini dan diadakannya lagi acara buka puasa, dapat menjalin kembali tali silaturahim antar sesama masyarakat Indonesia yang berada di Brisbane, utamanya semenjak pandemi terjadi, sebab hampir tidak ada ruang bagi komunitas muslim indonesia untuk bersilaturahim.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?