Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Sumber: Shutterstock
Dream -Indonesia termasuk negara muslim terbesar di dunia. Hal inilah memperbesar potensi pasar yang luas untuk busana Modest atau Muslim Fashion.
Keberagaman suku bangsa dan budayanya Indonesia menjadi peluang besar untuk dunia fashion lebih kreatif dan unik.
Sejalan dengan ini Jakarta Fashion Hub yang digagas oleh Asia Pasific Rayon, menghadirkan diskusi seputar modest fashion di Indonesia dari perspektif dua perempuan yang memiliki usaha modest wear.
Seringkali dipahami hanya sebagai busana yang lebih tertutup, modest fashion seringkali dikaitkan dengan baju atau pakaian Muslim.
Tidak ada definisi yang pasti tentang modest fashion, tetapi pada dasarnya modest fashion berkaitan dengan kesadaran dalam hal menutupi bagian tubuh.

“ Kalau dulu mikirnya modest itu kaitannya erat dengan pakaian muslim. Cuma makin kesini ternyata modest lebih luas dari sekedar baju muslim,” ucap Nadine, founder Wearing Klamby saat mendefinisikan modest wear dalam acara webinar Redefining Modest Wear, 21 April 2021.
Sama halnya dengan Jihan, founder brand Heaven Lights ini menyangka bahwa modest wear adalah pakaian sehari-hari.

" Setelah aku cari lagi, modest wear itu adalah tren berbusana sederhana yang bisa dinikmati oleh siapapun,” ucap Jihan pada kesempatan yang sama.
Brand lokal Heaven Lights dan Wearing Klamby memperkenalkan produknya yang mempunyai ciri khasnya masing-masing. Menurut mereka jati diri akan terealisasikan pada desain-desain yang dibuat.

Jika untuk bahan kerudung, Jihan dan Nadine setuju bahwa voile adalah bahan pilihan yang menurut mereka terbaik dan ternyaman untuk saat ini
“ Sebenarnya untuk bahan pilihannya terbatas, karena Klamby ini kuatnya di printing, sedangkan mesin print yang kita punya memang mengharuskan ada kandungan polyester-nya. Jadi untuk bahan, Klamby lebih mengarah ke Silk,” jelas Nadine.
Untuk produk Heaven Lights, sang founder lebih sering memilih untuk menggunakan bahan dasar katun dan rayon, hampir 70% produknya menggunakan bahan tersebut karena cocok untuk daerah tropis.
“ Dan pemakaian bahan katun dan rayon itu sepanjang masa, tidak bergantung kepada musimnya. Jadi ada sebuah keuntungan di situ. Walaupun rayon itu terkenal gampang kusut, sekarang juga banyak produk-produk rayon yang menggunakan bahan tertentu sehingga tidak gampang kusut.” tambah Jihan.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya