Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ainindya Saskhita
Dream - Pekerjaan sebagai Master of Ceremony (MC) sangat diperlukan untuk sebuah acara. Bertugas sebagai pemimpin dalam jalannya acara, MC tentu memiliki banyak keahlian khusus.
Mulai dari public speaking yang baik hingga tetap berusaha stabil ketika mengalami suatu gangguan.
Ainindya Saskhita, seleb hijab yang juga sering wara-wari di banyak acara sebagai MC membagikan ragam tips untuk mengatasi hal itu.
Di #NgobrasDream Rabu, 16 September 2020, Anin sapaan akrabnya membeberkan kisah dirinya yang nyemplung ke dunia MC.

Hijaber asal Gresik, Jawa Timur ini mengaku bahwa keahliannya dalam MC ia dapatkan secara otodidak. Bakat 'ngoceh' yang dimilikinya sejak kecil membawa Anin terjun ke dunia MC tanpa mengikuti sekolah atau kursus public speaking secara formal.
" Waktu itu mau ikut les, tapi karena bentrok dengan waktu kerja, eh nggak jadi," katanya. Meski demikian, Anin pun tak bosan untuk terus belajar dari banyak sumber, salah satunya media sosial.
“ Semangat terus, dan jangan gampang puas tiap hari sampai kapanpun terus belajar, jangan takut untuk gagal," jelas Anin.
" Introspeksi diri, kayak misalnya kalian abis nge-MC lihat apa yang kurangnya, apa yang harus diperbaiki. Nambah relasi juga untuk nambah knowledge tentang detailnya karena pengalaman setiap orang 'kan beda-beda,” tutur selebhijab yang kini memiliki followers lebih dari 20 ribu di laman Instagramnya.
Ingin tahu tips dan trik Anin lebih lengkap termasuk perbanyak minum air putih hangat untuk bisa tampil maksimal saat nge-MC?
Langsung saja kepoin Instagram @dreamcoid dan lihat siaran ulang Ngobras “ Kisah MC Autodidak” di IGTV Dream.
View this post on Instagram
Laporan: Shania Suha Marwan
Dream - Usia Aldi baru 11 tahun. Masih masuk kategori anak-anak. Kehidupannya tidak seberuntung anak-anak lainnya. Aldi sudah tak punya orangtua apalagi keluarga yang menaungi.
Kondisi tersebut tak membuat Aldi menyerah. Dia tetap menunjukan tekad besar dalam dirinya dengan memilih berprestasi di sekolahnya meski hidup dalam kondisi serba kekurangan.
Ketika berusia 6 tahun, Aldi ditinggal sang ibu selamanya karena kecelakaan di sungai. Dia lalu tinggal bersama neneknya.
Sayangnya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Sang nenek dipanggil Yang Maha Kuasa. Kini Aldi hidup seorang diri tanpa sanak keluarga di dekatnya.
Bocah itu memutuskan pindah ke Pondok Pesantren Pahasabi di Kampung Leuwicatang, Desa Barengkong, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Menimba ilmu dan pengalaman hidup di sana.
Aldi tak mau berlama-lama meratapi nasib. Dia pun bangkit dengan prestasi di sekolah.
Kegigihan Aldi memberikan inspirasi kepada banyak orang. Bocah bersemangat ini menjadi salah satu penerima manfaat program " Kado untuk Anak Yatim" persembahan Lembaga Pelayan Masyarakat Dompet Dhuafa.
Kado untuk Aldi diserahkan langsung oleh Shafira Umm, publik figur yang didaulat sebagai Super Volunteer Dompet Dhuafa. Shafira juga membagikan banyak kado untuk para anak yatim di Kampung Leuwicatang.
" Aku senang sekali, seperti merasakan senangnya si penerima manfaat. Terbayang sewaktu aku kecil ketika menerima kado, apalagi mereka. Semoga bermanfaat," kata Shafira.
Aldi pun menerima kado tersebut dengan senyum merekah. Shafira bercerita Aldi memang ingin tinggal dan mengaji di Pondok Pesantren Pahasabi dan bercita-cita menjadi pendakwah.
Koordinator Program Kado untuk Anak Yatim LPM Dompet Dhuafa, Mustakki, mengatakan pihaknya menargetkan 1.000 anak yatim menerima manfaat dari program ini.
" Insya Allah, kami menargetkan sebanyak 1.000 anak yatim piatu menerima kado spesial ini dan tersebar di 10 titik di wilayah Jabodetabek," ucap Mustakki.
Sumber: Liputan6.com/Reza
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya