Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dini Anindita
Dream – Celana Kulot memang sedang booming saat ini, khususnya di kalangan hijabers. Tapi apakah Sahabat Dream sudah tahu mengenai sejarah celana kulot?
Celana kulot memiliki sejarah yang cukup unik. Terinspirasi dari celana bermodel hakama yang dikenakan oleh para samurai Jepang, celana kulot menawarkan kenyamanan dan fleksibilitas yang tinggi.
Perkembangan selanjutnya, celana kulot mulai diperkenalkan pada tahun 1960an oleh brand yang sama dengan namanya kini, Kulot.
Celana kulot mulanya memiliki panjang hanya sampai sebatas lutut, namun seiring berjalannya waktu, variasi celana kulot semakin beragam.
Seorang hijaber stylish asal Kota Bogor Dini Anindita, atau yang biasa dipanggil Adin, mengaku sangat menyukai celana kulot. “ Menurutku bisa lebih leluasa bergerak, mix n’ match-nya lebih gampang, dan warnanya pun bebas milih.”, ungkap Adin kepada Dream pada 26 Agustus 2015.
Gadis yang memilih Indah Nada Puspita dan Dian Pelangi sebagai fashion setter-nya ini juga memberikan inspirasi tampilan padu-padan celana kulot dengan atasan batwing putih berbahan chiffon, heels berwarna nude, dan tak lupa dengan hijab berwarna senada. (Ism)
Kirimkan blog atau website kamu kekomunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya