Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Lebaran dan kue kering seakan sudah menjadi satu paket yang saling melengkapi. Hidangan utama untuk menyambut tamu kerap disiapkan sejak sebulan sebelum kedatangan hari istimewa tersebut.
Namun tak jarang karena kesibukan, tradisi untuk membuat kue kering menjadi sedikit terhambat. Bisnis ini pun dilirik oleh sebagian besar industri rumahan yang mulai memproduksi kue kering untuk hadiah atau sekedar dikonsumsi saat Lebaran tiba.
La Rist merupakan salah satu yang memanfaatkan momen Lebaran untuk menerima pesanan kue kering. Sejumlah kue kering seperti nastar, putri salju, sagu keju, lidah kucing, strawberry cookies, blueberry cookies, dan kue kacang ramai dipesan jelang Lebaran.
" Meski bukan pertama kali tapi kami berusaha untuk membuka pemesanan kue kering minimal dua minggu sebelum waktu pengambilan atau pengiriman," kata Bambang Wisanggeni selaku pemilik La Rist kepada Dream.co.id.
Lebih lanjut Bambang mengatakan Ramadan ini La Rist mendapat pesanan lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu jumlah pesanan sekitar 130 toples, sementara tahun ini meningkat menjadi 190 toples.
Di antara sekitar 10 varian kue kering yang dipasarkan, jenis kue kering yang sudah familiar di masyarakat termasuk yang paling banyak dipesan. " Nastar, lidah kucing, putri salju, kastangel, dan cokelat pralin merupakan yang paling laris di antara yang lain," ungkapnya.
Bisnis kue rumahan yang telah dirintis sejak sembilan tahun silam ini biasanya mulai menggeliat sejak memasuki bulan Ramadan. " La Rist sendiri mulai menghentikan pesanan sejak dua minggu jelang Lebaran, selebihnya kami tinggal produksi dan distribusikan ke pemesan," ucap Bambang lagi.
Menjangkau pasar menengah ke bawah, kue-kue La Rist tidak kalah bersaing dengan kue kering buatan toko. Untuk itu banderol harga pun cukup terjangkau yakni mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya