Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Asma Nabila. Inilah salah satu pemudi yang membuat Indonesia bangga. Sebab di usia belia, dia telah terlibat dalam tim Learn Quran Tafsir yang menciptakan search engine tafsir Quran dengan teknologi artificial intelligence (AI) pertama di dunia.
Dara 25 tahun yang mengurus bagian bisnis dan fundrising tim Learn Quran Tafsir itu terpilih menghadiri kursus singkat International Business Readiness-A course for leaders, entrepreneurs, and innovators of technology enabled startup yang diadakan Australia Award bekerjasama dengan Queensland University of Technology pada 27 April hingga 13 Mei 2018.
Adalah Asma Nabila, hijaber ini berhasil mewakili tim Learn Quran (LQ) Indonesia sebagai salah satu 25 delegasi yang terpilih dari 500 lebih pendaftar.

Foto: Learn Quran Tafsir/ Asma Nabila
Selama kursus singkat yang diadakan di tiga kota, Sydney, Adelaide, dan Brisbane, Asma berkesempatan mengikuti kegiatan mulai dari sesi kelas, studi kasus, kunjungan kantor-kantor startup, dan sesi networking.
Para delegasi juga diminta untuk membuat project award sebagai bentuk kontribusi nyata atas kegiatan short course tersebut. Asma sendiri memperkenalkan LQ Tafsir di depan komunitas Muslim asal Indonesia di Sydney, Australia, yaitu IQRO Foundation sekitar 20-30 ibu-ibu.
Dalam presentasinya, Asma menjelaskan cara kerja LQ Tafsir untuk membantu mereka mendapatkan kemudahan akses belajar tafsir Quran.
Hal yang sama dilakukan Asma di Adelaide dan Brisbane ketika bertemu komunitas Muslim dengan ragam latar belakang, ada yang permanent resident, mahasiswa, maupun warga negara Australia asal Indonesia.
Mereka sangat antusias dengan kehadiran LQ Tafsir ini.
Asma yang menjabat sebagai business manager di LQ Tafsir ini mengatakan kepada Dream pada Jumat, 25 Mei 2018, kalau di Australia memiliki tingkat multikultural tinggi.

Foto: Learn Quran Tafsir/ Asma Nabila
" Di sepanjang jalan, kita bisa melihat berbagai macam muka dari ras yang berbeda-beda. Dari mulai wajah kaukasia, wajah Asia, wajah melayu, wajah Arab, hingga wajah Afrika. Semua bercampur baur," cerita Asma.
" Terkadang juga banyak terdengar berbagai percakapan dari bahasa yang berbeda-beda, meskipun yang utama tetap menggunakan bahasa Inggris. Ya, selamat datang di negeri keberagaman," tambahnya.

Foto: Learn Quran Tafsir/ Asma Nabila
Dalam kursus singkatnya ini, Asma mengatakan tidak hanya pembelajaran tentang bisnis startup saja, tetapi juga jejaring dan pengalaman yang tidak terlupakan melihat Australia dan kehidupan di dalamnya secara langsung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya