Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Mencegah Kerusakan Mangrove di Pesisir Lampung

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 1 Oktober 2017 15:37
Mencegah Kerusakan Mangrove di Pesisir Lampung
Seperti apa?

Dream - Delapan Anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) yang berlokasi di lampung bersama dengan PT So Good Food menginisiasi program konservasi daerah pesisir di propinsi lampung.
Usaha tersebut dimulai di Desa Gebang, Kab. Pesawaran dengan melakukan penanaman magrove yang dihadiri oleh Wakil Bupati Pesawaran, Eriawan.

“ Konservasi Ekosistem pesisir perlu didukung banyak pihak, tidak hanya dilakukan pemerintah dan LSM saja. Kami mengapresiasi partisipasi JAPFA dan anak usahanya untuk turut serta dalam usaha penyelamatan ekosistem mangrove,” ujar Eriawan dalam kegiatan penanaman perdana Mangrove.

Setidaknya sejumlah 2.000 bibit mangrove ditanam di bibir pantai Desa Gebang seluas 2 hektar. Melalui kegiatan tersebut, JAPFA melalui unit usahanya mulai dari pabrik pakan ternak, pabrik pakan ikan dan udang, unit usaha pembibitan ayam, sapi dan udang; unit usaha penggemukan ayam dan sapi bersama-sama berkomitmen untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir pantai diawali dengan penanaman mangrove.

“ Seluruh anak usaha JAPFA terlibat di dalam kegiatan ini, mulai Pabrik Pakan ternak JAPFA, Pabrik Pakan dan Hatchery STP (PT Suri Tani Pemuka), Pembibitan Sapi (PT Austasia Stockfeed), Penggemukan Sapi SANTORI (PT Santosa Agrindo), Pembibitan Ayam (Poultry Breeding Division), Penggemukan Ayam & Pengolahan Produk Ayam (PT Ciomas Adisatwa – Processing & Commercial Division), bersama dengan PT So Good Food yang berlokasi,” ujar Guantoro, Head of Unit Pabrik Pakan JAPFA Lampung dalam keterangan tertulis, Minggu 1 Oktober 2017.

Guantoro juga menjelaskan komitmen JAPFA berserta anak usahanya tersebut tidak hanya terhenti pada masa penanam tetapi juga akan berlanjut selama 4 bulan untuk memastikan mangrove yang ditanam bisa hidup.

Upaya tersebut dilakukan JAPFA dengan melibatkan kelompok masyarakat di desa gebang yang didampingi oleh Mitra Bentala.

“ Rusaknya mangrove di Kab. Lampung sudah cukup tinggi. Sehingga perlu dukungan dari semua pihak untuk dapat mengembalikan ekosistem pesisir pantai,” kata Fiter Syahbuddin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Lampung.

Ekosistem mangrove di Lampung yang telah rusak jumlahnya cukup besar, diperkirakan mencapai hingga 70%. Upaya untuk mengembalikan ekosistem pesisir membutuhkan waktu yang lama. Menurut Fiter, setidaknya pembenahan ekosistem mangrove butuh waktu dari 5 hingga 10 tahun.

“ Sebagai Perusahaan yang memiliki lokasi usaha di lampung, kami juga berkomitmen untuk turut serta mendukung kelestarian alam terutama konservasi ekosistem pesisir,” ujar R. Artsanti Alif, Head of Social Investment & Corporate Communication JAPFA.

Beri Komentar