Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Delapan Anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) yang berlokasi di lampung bersama dengan PT So Good Food menginisiasi program konservasi daerah pesisir di propinsi lampung.
Usaha tersebut dimulai di Desa Gebang, Kab. Pesawaran dengan melakukan penanaman magrove yang dihadiri oleh Wakil Bupati Pesawaran, Eriawan.
“ Konservasi Ekosistem pesisir perlu didukung banyak pihak, tidak hanya dilakukan pemerintah dan LSM saja. Kami mengapresiasi partisipasi JAPFA dan anak usahanya untuk turut serta dalam usaha penyelamatan ekosistem mangrove,” ujar Eriawan dalam kegiatan penanaman perdana Mangrove.
Setidaknya sejumlah 2.000 bibit mangrove ditanam di bibir pantai Desa Gebang seluas 2 hektar. Melalui kegiatan tersebut, JAPFA melalui unit usahanya mulai dari pabrik pakan ternak, pabrik pakan ikan dan udang, unit usaha pembibitan ayam, sapi dan udang; unit usaha penggemukan ayam dan sapi bersama-sama berkomitmen untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir pantai diawali dengan penanaman mangrove.
“ Seluruh anak usaha JAPFA terlibat di dalam kegiatan ini, mulai Pabrik Pakan ternak JAPFA, Pabrik Pakan dan Hatchery STP (PT Suri Tani Pemuka), Pembibitan Sapi (PT Austasia Stockfeed), Penggemukan Sapi SANTORI (PT Santosa Agrindo), Pembibitan Ayam (Poultry Breeding Division), Penggemukan Ayam & Pengolahan Produk Ayam (PT Ciomas Adisatwa – Processing & Commercial Division), bersama dengan PT So Good Food yang berlokasi,” ujar Guantoro, Head of Unit Pabrik Pakan JAPFA Lampung dalam keterangan tertulis, Minggu 1 Oktober 2017.
Guantoro juga menjelaskan komitmen JAPFA berserta anak usahanya tersebut tidak hanya terhenti pada masa penanam tetapi juga akan berlanjut selama 4 bulan untuk memastikan mangrove yang ditanam bisa hidup.
Upaya tersebut dilakukan JAPFA dengan melibatkan kelompok masyarakat di desa gebang yang didampingi oleh Mitra Bentala.
“ Rusaknya mangrove di Kab. Lampung sudah cukup tinggi. Sehingga perlu dukungan dari semua pihak untuk dapat mengembalikan ekosistem pesisir pantai,” kata Fiter Syahbuddin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Lampung.
Ekosistem mangrove di Lampung yang telah rusak jumlahnya cukup besar, diperkirakan mencapai hingga 70%. Upaya untuk mengembalikan ekosistem pesisir membutuhkan waktu yang lama. Menurut Fiter, setidaknya pembenahan ekosistem mangrove butuh waktu dari 5 hingga 10 tahun.
“ Sebagai Perusahaan yang memiliki lokasi usaha di lampung, kami juga berkomitmen untuk turut serta mendukung kelestarian alam terutama konservasi ekosistem pesisir,” ujar R. Artsanti Alif, Head of Social Investment & Corporate Communication JAPFA.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya