Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Terta Mayasari)
Dream – Sebagian anak muda menganggap menikah menjadi momen menakutkan. Beragam alasan jadi alibi untuk mengelak dari pernikahan. Mulai dari materi sampai alasan belum memukan kecocokan dengan pasangan.
Padahal, banyak dari mereka telah menjalin hubungan pacaran bertahun-tahun namun tidak kunjung menikah. Tidak sedikit juga teman-teman diluar sana yang bertekad membuat keputusan menikah muda terutama didaerah pedesaan.
Menurut saya, menikah muda bukan berarti harus menikah dibwah umur, lho.
Hal demikian juga pernah saya rasakan pada saat saya masih kuliah sampai bekerja, beberapa lama menjalin hubungan pacaran dengan seorang laki-laki membuat saya gelisah, karena pada saat itu saya berpikir masih banyak hal yang belum saya capai dalam hidup.
Namun disisi lain saya juga memiliki pasangan yang (mungkin) tidak ingin berlama-lama menunggu sampai saya mapan. Hal lain yang memantapkan saya untuk melangkah ke jenjang selanjutnya adalah dorongan dari keluarga.
Walaupun awalnya masih belum ragu dengan apa yang saya putuskan, namun ternyata menikah tidak seperti apa yang saya khawatirkan sebelumnya. Justru setelah menikah hati rasanya semakin tenang.
Pintu untuk berhijrah ke jalan yang lebih baik semakin dipermudah, karena dalam ibadah tidak lagi memikirkan dosa seperti pada saat masih pacaran, tidak memikirkan sesuatu yang tidak jelas. Jadi ibadahnya nggak setengah-setengah, deh.
Di samping itu kita juga memiliki orang yang selalu siap setiap harinya untuk mendukung segala kegiatan positif yang kita lakukan, seseorang yang bisa diajak berbagi dan memecahkan masalah bersama. Hal ini lebih menentramkan hati. Percaya, deh.
Nikah merupakan salah satu cara supaya hidup menjadi bahagia dan tentram. Seperti Firman Allah SWT yang artinya :” Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. “ .(Ar-Rum : 21)
Semoga sedikit pengalaman yang saya bagi bermanfaat bagi Sahabat Dream semua ya..
Oleh: Terta Mayasari, Dream Girls 2015
Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya