Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Restu Anggraini
Dream- Restu Anggraini berkesempatan melenggang di panggung Virgin Australia Melbourne Fashion Festival (VAMFF) pada awal Maret 2016. Ajang ini menjadi buah manis hasil kerja keras Restu dalam memenangkan The ANZ Australia-Indonesia Young Fashion Desainer Award.
Tak sekadar menampilkan koleksi Auntum/Winter 2016-2017, dalam pagelaran fesyen yang berlangsung pada 7-13 Maret mendatang itu, Restu berambisi membawa karya desainnya menembus pasar global.
Etu, sapaan Restu Angraini pun berusaha melakukan persiapan dengan hati-hati terhadap setiap detail rancangannya. Termasuk pada pemilihan bahan-bahan organik yang berdampak untuk kemajuan industri fesyen hingga 30 tahun yang akan datang.
" Saya bekerjasama dengan perusahaan asal Jepang, Toray Industries yang memproduksi fabric dengan memanfaatkan hi-tech di bidang organic synthetic chemistry, polymer chemistry dan biochemisty," terang Restu pada saat jumpa pers VAMFF di restoran Locanda, Jakarta Pusat pada Selasa, 24 Februari 2016.
Bagi Etu, Indonesia jangan hanya dipandang sebagai kiblat modest wear. Ia ingin suatu saat Indonesia menjadi pusat peradaban busana muslim dunia.
" Sekalian edukasi market bahwa modest wear kita kreatif banget dan tidak tertutup unuk satu religi. Baju itu tidak memiliki agama. Jadi sekalian syiar untuk memerangi Islamphobia," lanjutnya.
Dalam show tunggal di Negeri Kangguru itu, Etu akan membawa 17-30 koleksi dari label ETU. Ia akan mencoba mengolaborasikan budaya modest wear Australia dalam sentuhan yang bernuansa 'menswear'. Sehingga setiap detail rancangan akan terlihat longgar dan tidak membentuk badan.
Berbagai detail potongan seperti long blazer, tunik A-line dan crop top dipercantik dengan berbagai detail ornamen seperti kepang dan bunga yang dibentuk dari plitz serta kreatif fabric. Restu dengan cerdas mengolah bahan-bahan yang polos jadi bertekstur. Sehingga busana panjang yang berlapis-lapis tetap nyaman dikenakan di iklim panas.
" Kalau warna lebih ke gelap kaya abu-abu, cokelat dan olive. Tone-tone hangat. Start harga dari 800-3 juta," tutupnya
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya