Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Louis Vuitton)
Dream - Menenteng barang-barang keluaran Louis Vuitton tentu memunculkan kebanggaan tersendiri. Brand kenamaan ini selalu diidentikkan sebagai simbol tingginya strata sosial.
Salah satunya seperti parfum mahal Rose Des Vents ciptaan Cavallier Belletrud yang diluncurkan tahun lalu. Mahalnya parfum ini karena si penciptanya harus keliling lima benua selama berbulan-bulan. Demi menemukan bahan baku yang paling eksotis.

Dilansir dari Refinery29, parfum ini kini dijual lengkap dengan travel case berbahan eksklusif. Yang lebih mencengangkan, harga parfumnya itu sendiri kalah mahal dibanding tas pembungkusnya.
Tas ini diluncurkan menandai perayaan satu tahun parfum Rose Des Vents. Selain menggunakan bahan kulit kualitas tinggi, setiap tas didesain secara khusus untuk menghiasi botol parfum.
Dilengkapi gesper di bagian depan sehingga mampu menjaga parfum dalam botol tetap aman ketika dibawa bepergian.
Tas ini disajikan dengan desain dan warna beragam, mulai natural seperti creamy beige, classic monogram, hingga desain khas Louis Vuitton Epi dalam warna hitam, putih, dan millenial pink.

Lebih mengagetkan lagi, satu tas dibanderol dengan harga US$400-500, setara Rp5,2 juta-6,6 juta. Sementara parfumnya dijual dalam dua kemasan yaitu 100 mililiter dan 200 mililiter.
Kemasan 100 mililiter dijual dengan harga US$240, setara Rp3,1 juta. Sedangkan kemasan 200 mililiter dihargai US$350, setara Rp4,6 juta.
Meski lebih mahal daripada parfumnya, tampaknya tidak menyurutkan niat para sosialita untuk membeli tas parfum tersebut. Jadi, bepergian kemanapun, kekhawatiran parfum tumpah dapat teratasi. (ism, Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari