Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penjual Tahu Bulat Di Tengah Demo
Dream - Unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Demonstran tentunya butuh asupan makanan agar kuat menyalurkan aspirasinya. Berada di tengah demonstrasi, seorang pedagang tahu bulat laris manis.
Sebuah video diunggah oleh presenter @imam_wibowo di akun Twitternya. Dalam video tersebut tampak penjual tahu di mobil berhenti di depan bundaran Hotel Indonesia (HI). Si penjual juga menyetel pengeras suara khas Tahu Bulat.
Abang tahu tersebut dikerumuni pembeli yang tampaknya sudah kelaparan karena demonstrasi sejak pagi. Tak gentar meski ada asap membumbung di area berjualan, si penjual terus menggoreng dan melayani pembeli.
Tim tahu bulat digoreng dadakan ini tampaknya ingin memberi dukungan pada para pengunjuk rasa. Nyalinya besar! Lihat saja videonya.
Anjay tahu bulat emang gak ada ahlaknya! ???? pic.twitter.com/IFfzjzTwvX
— Imam Wibowo (@Imam_Wibowo)October 8, 2020
Dream - Menyantap hidangan di restoran bintang lima Michelin atau di hotel berbintang, tentunya sangat berbeda dengan menikmati makanan di foodcourt. Dari segi menu, harga, pelayanan dan kenyamanan langsung terasa.
Begitu juga porsinya. Mungkin kerap muncul pertanyaan di benak Sahabat Dream mengapa hidangan di restoran berkelas cenderung disajikan sangat sedikit atau porsi kecil. Apakah bikin kenyang?

Rupanya, ada beberapa faktor yang menyebabkan restoran mewah menyajikan hidangan-hidangan mahal dengan porsi yang bisa dibilang sangat sedikit. Berikut beberapa alasannya.
1. Menjaga Kualitas Standar
Alasan pertama dan utama kenapa makanan mewah disajikan dengan porsi kecil adalah upaya restoran dalam menjaga kualitas standar makanan yang sudah mereka tentukan per porsi. Restoran 'high end' biasanya memang gunakan bahan-bahan terbaik untuk menu mereka.
Setiap porsi juga diperhatikan karena biasanya penyajian hidangan dibagi dalam tiga bagian. Hidangan pembuka, utama dan penutup. Bila porsi terlalu banyak, perut tak bisa menampung sampai hidangan penutup.

Restoran berbintang mereka hanya menggunakan bahan-bahan terbaik, tentunya berbanding lurus dengan harga bahan makanan yang cukup mahal. Untuk itu, mereka menyajikannya dalam porsi kecil, agar menu makanan mereka bisa disesuaikan.
Tren minimalis di kalangan restoran-restoran mewah jadi latar belakang kenapa makanan di sana disaikan dengan porsi kecil. Tak heran kalau mereka mengembangkan konsep bahwa porsi makanan kecil adalah hal elegan.

Selain itu, para pengelola restoran mewah percaya kalau para pelanggannya memang datang untuk mencari sensasi makan yang berbeda. Bukan sekadar makan untuk mengisi perut, atau bikin perut kenyang.
Porsi kecil juga dianggap bisa membuat tamu lebih fokus dengan rasa dari menu makanan yang disajikan. Lagi pula, restoran mewah biasanya memang menyajikan setidaknya 3 hingga 4 menu makanan bagi para tamunya.
Selengkapnya baca di Diadona.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya