Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kamayan Ala Filipina/ Foto: Shutterstock
Dream - Nasi liwet lengkap dengan ayam, ikan asin, sambal dan lalapan disajikan di hamparan daun pisang dan disantap bersama. Menikmati sajian hidangan bersama memang paling sedap.
Bukan hanya di Indonesia, tradisi makan bareng di daun pisang juga ada di Filipina dikenal dengan nama Kamayan. Seperti juga di Indonesia, di Filipina jika menggelar Kamayan meja makan dialasi terlebih dulu dengan daun pisang.
Setelah itu, di atasnya diletakkan nasi dengan berbagai lauk pauk pendamping. Bahkan, cara menyantapnya juga tanpa alat atau hanya menggunakan tangan.
Melansir dari berbagai sumber, nama Kamayan sesuai dengan bahasa Tagalok 'Kamayan' yang berarti dengan tangan.
Untuk makanannya sendiri juga sangat beragam. Beberapa lauk yang disajikan di atas daun pisang adalah makanan khas Filipina seperti ikan goreng, udang, telor panggang, bok choy goreng, sate ayam, daging panggang, lumpia, sosis, dan sayuran khas Filipina.
Semua hidangan ini disajikan dengan nasi. Selain itu, saus-saus khas Filipina juga disajikan sebagai pendamping makanan Kamayan ini. Filipina punya sejarah yang hampir sama dengan Indonesia.
Budaya Kamayan ini ternyata sudah dipraktikkan oleh para penduduk sejak zaman sebelum adanya penjajah atau zaman pra-kolonial. Dulu alat makan seperti sendok dan garpu belum masuk, sehingga masyarakatnya langsung menggunakan tangan untuk menyantap makanan.
Selengkapnya baca di Diadona.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya