Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Beberapa aplikasi di ponsel pintar telah membantu berbagai aktivitas penggunanya. Tapi, ada banyak aplikasi yang diam-diam menggali dan mengumpulkan informasi pemiliknya.
Dilaporkan CNET, Institut Ilmu Komputer Internasional, Amerika Serikat (AS) membagikan sebanyak 17.000 aplikasi Android yang mengumpulkan informasi pengidentifikasi dan aktivitas penggunanya. U
paya menggali data pengguna diketahui dengan cara menghubungkan ID iklan, kode unik yang dapat diatur ulang untuk menyesuaikan iklan.
ID iklan itu nantinya akan terhubung ke perangkat, alamat MAC, IMEI dan Android ID.
Kepala penelitian, Serge Egelman menyebut, karena sistem dari aplikasi ini, privasi yang dimiliki pengguna telah menghilang. Dia mengatakan, timnya akan melaporkan temuannya ke Google pada September 2019.
Kebijakan perusahaan yang dibuat Google memungkinkan pengembang untuk mengumpulkan identifikasi pengguna, tetapi melarang pengembang menghubungkan data identifikasi ke ID iklan dengan ID ponsel tanpa persetujuan eksplisit dari pengguna.
Dalam sejarahnya, perilaku semacam ini ada muncul di sejarah panjang industri teknologi. Adobe, misalnya, terpaksa menangani cookie Flash pada 2011 setelah keluhan `residu` perangkat lunak yang dapat bertahan di laman perambah, meski telah dilakukan penghapusan.
Keluhan serupa juga muncul pada 2014 atas penggunaan " supercookies" Verizon dan AT&T. Sistem itu melacak pengguna di berbagai perangkat dan tidak dapat dihapus.
Tim Egelman, yang sebelumnya menemukan sekitar 6.000 aplikasi kanak-kanak yang mengumpulkan data secara tidak benar. Aplikasi yang Egelman temukan yaitu, Angry Birds Classic, gim gawai populer, serta buku audio oleh Audible dan Flipboard.
Clean Master, Battery Doctor dan Keyboard Cheetah, semua utilitas yang dikembangkan oleh Cheetah Mobile, juga ditemukan mengirim info permanen ke jaringan iklan.
Semua aplikasi ini telah diinstal pada setidaknya 100 juta perangkat. Clean Master, aplikasi berisi antivirus dan layanan pengoptimalan telepon, telah diinstal di 1 miliar perangkat.
Google mengatakan telah menyelidiki laporan Egelman dan akan mengambil tindakan pada beberapa aplikasi. Dia menolak berapa banyak aplikasi yang akan ditindaklanjuti atau tindakan apa yang diambil.
Google juga mengatakan, dapat memberlakukan kebijakannya hanya ketika aplikasi Android mengirim pengidentifikasi ke jaringan iklan Google sendiri, seperti AdMob. Jika aplikasi mengirim data ke jaringan luar, Google mengatakan itu tidak dapat memonitor mereka untuk pelanggaran.
" Kami menangani masalah ini dengan sangat serius," kata juru bicara Google dalam sebuah pernyataan.
" Menggabungkan ID iklan dengan pengidentifikasi perangkat untuk tujuan personalisasi iklan dilarang keras. Kami terus-menerus meninjau aplikasi - termasuk yang tercantum dalam laporan peneliti - dan akan mengambil tindakan ketika mereka tidak mematuhi kebijakan kami."
Pada Januari 2019, Facebook dan Google telah menggunakan alat pengembang untuk menghindari aturan privasi Apple dan membangun aplikasi iOS yang mengumpulkan informasi pengguna.
Skandal Cambridge Analytica di Facebook pada 2018 dan kontroversi privasi lainnya telah memicu pengawasan yang lebih besar tentang bagaimana data dikumpulkan dan digunakan. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya