Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mobil Overheat. (Foto: Shutterstock)
Dream – Perawatan rutin harus dilakukan semua pemilik mobil terhadap kendaraannya. Dengan perawatan secara berkala, kendaraan akan minim risiko kerusakaan serius, termasuk mobil yang terlalu panas atau engine overheat.
Dikutip dari Suzuki, Sabtu 2 Maret 2019, suhu mesin panas ini bisa mengakibatkan rusaknya komponen pada mesin kendaraan. Kalau dibiarkan, akan ada risiko yang berakibat fatal, seperti mesin mati karena sebagian kompenen mesin kendaraan rusak.
Lantas apa saja yang menjadi penyebab mesin overheat? Berikut ini adalah rinciannya.
1. Cap Radiator Rusak atau Cap Tidak Sesuai Spesifikasi Kendaraan
Radiator cap (tutup) radiator yang sudah rusak tidak akan mampu lagi mengatur tekanan di dalam radiator sehingga terjadilah mesin overheat. Selain itu, cap radiator juga harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Kalau tidak, valve di cap radiator tidak akan terbuka saat tekanan radiator tinggi yang diakibatkan suhu mesin yang panas. Hal ini juga akan menyebabkan engine overheat karena sirkulasi coolant tidak akan bekerja maksimal.
2. Motor Fan Rusak atau Mati
Untuk mendinginkan radiator, dibutuhkan sirkulasi udara yang baik dan ini dihasilkan oleh motor fan. Namun jika motor fan rusak atau mati, aliran udara yang mendinginkan coolant pada radiator akan terganggu.
Akibatnya, suhu mesin akan tetap panas karena coolant tidak mampu mendinginkan suhu mesin. Hasilnya, temperatur di ruang bakar mesin selalu panas dan bisa menyebabkan mesin overheat.
3. Air Radiator Habis
Air radiator bisa habis karena penguapan yang diakibatkan suhu mesin yang panas atau bisa juga karena adanya kebocoran pada sistem sirkulasi radiator. Hal ini akan menyebabkan sistem sirkulasi di radiator tidak bekerja maksimal.
Kalau air radiator menjadi sedikit, bahkan sampai habis, suhu di mesin tidak akan bisa didinginkan dan terjadilah mesin overheat.
4. Radiator bocor
Radiator bocor umumnya disebabkan oleh korosi pada kisi-kisi radiator. Ini bisa terjadi karena radiator diisi selain air radiator.
Kandungan oksigen dalam air bertemu dengan logam akan memicu terjadinya reaksi kimia yang mengakibatkan korosi. Karena korosi tersebut, radiator bisa terkikis dan terjadilah kebocoran.
Saat bocor, coolant akan terbuang sehingga menjadi tidak cukup untuk mendinginkan suhu mesin dan jika dibiarkan maka akan terjadi overheat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya