Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Sahabat Dream harus bersikap ekstra teliti ketika merawat kulit.
Meski beberapa jenis kulit bisa cocok dengan berbagai macam produk dan terkesan tidak pernah memiliki masalah serius, namun sebagian besar justru sulit menemukan produk yang efektif.
Biasanya, perbedaan jenis kulit ini dipengaruhi genetik. Seperti halnya kulit Asia yang cenderung lebih berminyak daripada orang berkebangsaan Afrika, Amerika atau Eropa.

Dan karena memiliki lebih banyak melanin, kulit orang Asia pun diklaim lebih mudah mengalami hiperpigmentasi seperti freckless atau noda hitam daripada kerutan.
Dilansir dari Beauty Crew, berikut tips merawat kulit orang Asia yang disarankan oleh Dr Simon Lin, Ahli Dermatologi di Taiwan.
Perawatan kulit Asia identik dengan langkah yang panjang, seperti menyertakan 10 produk. Namun ternyata Lin menyarankan sebaliknya.
" Sederhana adalah yang terbaik, tetapi sederhana tidak sama dengan tidak melakukan apa-apa," katanya.
“ Pembersihmu harus sesederhana mungkin. Jika perawatannya berlebihan, wajahmu bisa rusak,” tambah Lin.

Hanya karena kulit Asia lebih cenderung berminyak, bukan berarti kamu harus membebani kulitmu dengan AHA atau BHA untuk mencegah tersumbatnya pori-pori.
" Begitu banyak orang percaya pada manfaat bahan aktif," katanya.

Ia juga mengungkapkan, " Begitu banyak ahli dermatologi memiliki pasien dengan masalah jerawat dan merekomendasikan pembersih wajah maupun toner yang mengandung asam salisilat, dan itu terlalu berlebihan. Saya pikir jika menggunakan bahan aktif, kamu hanya perlu menambahkannya ke satu produk saja."
Masalah kulit akibat paparan sinar matahari dalam bentuk hiperpigmentasi seperti freckless dan warna kulit tidak merata, adalah tanda utama penuaan pada kulit Asia karena meningkatnya kadar melanin.

Jadi, ia merekomendasikan untuk memakai tabir surya setiap hari. Bahkan jika tidak menghabiskan banyak waktu di luar rumah.
" Tabir surya kehilangan keefektifannya setelah beberapa saat, sehingga kamu harus memakainya kembali setiap dua jam," ia mengingatkan.
Untuk mencegah hiperpigmentasi lebih lanjut, Dr Lin menyarankan melakukan laser seperti PicoSure agar bintik hitam lebih pudar.
Namun ia memperingatkan, “ Tidak semua laser diciptakan sama. Beberapa di antaranya memiliki panjang gelombang tinggi yang dapat menyebabkan lebih banyak masalah dan mengubah struktur kulit."

(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya