Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Sebentar lagi masyarakat akan mulai menjalani adaptasi dengan kehidupan baru selama Pandemik Covid-19. Di masa yang lazim disebut New Normal ini, masyarakat diimbau mengubah kebiasaan sehari-hari dengan pola hidup yang lebih sehat agar terhindari dari paparan virus corona.
Salah satu protokol yang wajib dijalankan masyarakat adalah berpergian dengan memakai masker. Meski begitu, sejumlah orang mengalami reaksi tertentu akibat pemakaian alat pelindung ini.
Memakai masker dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi kulit wajah. Pada tahap ringan, iritasi biasanya muncul dalam bentuk garis yang membekas pada wajah dan dapat hilang dengan sendirinya.
Namun pemilik kulit sensitif biasanya mengalami reaksi yang lebih parah. Seperti halnya ruam kemerahan hingga kulit mengelupas.
" Masker tujuannya memang untuk menutupi wajah. Namun kalau dipakai terus-menerus bisa bikin kulit jadi lembap. Di beberapa orang bisa muncul reaksi alergi," ujar dr. Etty Farida Mustifah, Sp.KK, Dosen Universitas Uhamka di sesi Dream Ngobras, Kamis 4 Juni 2020.
Reaksi alergi dapat disebabkan oleh ketidakcocokan kulit wajah dengan material masker. Seperti serat pembentuk kain hingga tekstur tali masker yang kasar.
Jika perlu menggunakan masker dalam waktu lama, pilih masker berbahan dasar serat alami yang besifat breathable. Kulit akan lebih mudah bernapas dengan material lembut.
Selain itu, masker juga perlu diganti secara rutin untuk menjaga higienitas. Masker yang kotor tak hanya buruk bagi pernapasan, melainkan juga kulit wajah.
" Sebaiknya per 4 jam harus diganti. Fungsi utamanya kan perlindungan, kalau maskernya dipake terus-terusan dia tidak higienis," jelas dr. Etty.
Sesampainya di rumah, buang masker dan bersihkan tubuh termasuk wajahmu. Gunakan sabun pembersih berformula lembut
Jangan lupa gunakan sunscreen karena sinar matahari dapat tetap masuk ke dalam rumah. Kamu juga bisa memakai moisturizer agar kulit tetap terasa segar.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya