Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Wabah covid-19 telah menyebabkan kelumpuhan di berbagai sektor kehidupan. Berbagai negara di seluruh dunia terus berupaya menghentikan mata rantai penyebaran virus covid-19. Meski penyakit menular ini masih menyebar, beberapa negara mulai membuka kembali pembatasan wilayah yang diberlakukan.
Pembukaan ini membuat beberapa industri mulai kembali beroperasi. Salah satunya adalah salon. Protokol kesehatan sangat penting untuk diterapkan pada pelanggan salon. Karena salon menjadi salah satu tempat dengan kontak antar manusia yang tinggi.
Untuk itu, sebelum memutuskan pergi ke salon, sebaiknya kamu memahami beberapa protokol kesehatan berikut, untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

Sebelum mendatangi salon langganan kamu, sebaiknya buat janji terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan bahwa terdapat cukup ruang. Sehingga saat di salon, kamu tetap dapat melakukan jaga jarak aman.

Setiap memasuki salon, pastikan kamu mendapat layanan pemeriksaan suhu tubuh. Tindakan ini diperlukan untuk memastikan bahwa suhu tubuh setiap pengunjung yang datang dalam kondisi. Bahkan jika diperlukan, kamu dapat mengisi formulir kesehatan tentang riwayat perjalananmu.

Salon menjadi tempat terjadinya kontak yang tinggi antara staf dan pelanggan. Untuk itu pastikan staf salon menggunakan alat perlindungan diri. Seperti memakai masker, pelindung wajah, sarung tangan, hingga penutup sepatu. Begitu pula dengan pelanggan. Harus tetap menggunakan masker dan pelindung wajah lainnya sebelum mulai mendapat layanan salon.

Setiap area dengan sentuhan tinggi harus dibersihkan setiap selesai melakukan pelayanan. Kursi, meja, dan peralatan apapun yang sering digunakan harus dibersihkan dengan disingfektan.
Staf salon juga harus mencuci tangan atau mengganti sarung tangan dengan yang baru. Serta selalu berikan pembatas antara staf dan pelanggan. Seperti menggunakan kaca plexig untuk memastikan keamanan kedua belah pihak.

Saat salon mulai dibuka kembali, pelanggan yang diterima juga terbatas. Hal ini untuk memastikan bahwa tidak terjadi antrian didalam salon. Dan untuk tetap memberikan jarak aman antar pelanggan. Namun jika memang harus mengantri, dapat dilakukan diluar salon atau menunggu didalam mobil.
(Sumber: timesofindia.indiatimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya