Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream –Indonesia tengah bersiap menyambut tatanan kehidupan baru atau New Normal. Pada masa ini, masyarakat diharapkan dapat hidup berdamai dengan virus covid-19. Namun tetap harus menaati protokol kesehatan yang berlaku.
Rencana pemerintah untuk membuka berbagai sektor baik ekonomi dan sosial pun mulai disosialisasikan.
Diharapkan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Agar tidak terjadi kebingungan menghadapi masa New Normal.
Namun, memasuki New Normal, rasa cemas tetap menghantui masyarakat. Ketakutan akan penyebaran virus covid-19 yang dapat terjadi kapan dan dimana saja.
Hal itu, tentunya menjadi upaya bersama, dalam mengatasi berbagai rasa kecemasan tersebut.

Kecemasan tak selalu berefek buruk. Dalam beberapa tingkat, kecemasan justru membuat seseorang menjadi lebih waspada. Sehingga secara sadar ikut mematuhi aturan-aturan yang berlaku.
Seperti rajin mencuci tangan, memakai masker saat berpergian, dan menjaga jarak aman saat berada diluar.
Namun, kecemasan akan menjadi gangguan, ketika dibarengi dengan rasa panik yang berlebihan. Dan berdampak buruk bagi siklus kehidupan seseorang. Terutama di masa pandemi covid-19 ini.
Kecemasan yang berlebih dapat membuat tidur menjadi tidak nyaman. Bahkan dapat mengubah waktu tidur dari biasanya.
Tentunya hal ini membuat seseorang kehilangan kualitas tidurnya. Dan dapat menyebabkan stres bila terus dilakukan.
Stres yang terus menerus terjadi, membuat seseorang mengalami krisis mental dan penurunan aktifitas fisik. Sehingga sangat penting untuk dapat mengelola kecemasan berlebih dengan baik.

Menjalani kehidupan dimasa new normal, tak dapat dilakukan dengan baik jika belum beradaptasi. New normal mengajak kita untuk melewati masa pandemi covid-19 bersama.
Cobalah untuk menerima tatanan kehidupan yang baru. Hindari terlalu memikirkan masa depan secara berlebih. Karena memaksakan diri memikirkan sesuatu yang tidak pasti, hanya akan menambah kecemasan dalam diri.
Selain itu, menjaga kesehatan harus tetap dilakukan secara optimal. Seperti mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Serta meluangkan waktu untuk berolaharaga ringan dirumah.
Pastikan juga untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, saat berpergian keluar rumah. Jaga jarak aman, gunakan masker, dan cucilah tangan sesering mungkin.

Penerapan new normal, akan sukses jika dilakukan dengan disiplin. Beradaptasi dengan new normal, bukan berarti menyerah pada keadaan. Pola hidup yang baru, harus diterapkan. Sehingga, masyarakat tetap dapat berkaktifitas namun sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.
Penerapan protokol kesehatan di masa new normal dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Sehingga potensi terjadinya gelombang kedua, dapat ditekan.
Untuk itu, mulailah dari diri sendiri. Dan perlahan sebarkan pada lingkup kehidupan sehari-hari. Seiring waktu, hal ini akan menjadi kebiasaan yang dapat dilakukan oleh semua orang.
(Diambil dari berbagai sumber)
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya


Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya