Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Memasak/ Foto: Shutterstock
Dream - Mengonsumsi makanan bernutrisi dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Namun, terdapat hal yang perlu diperhatikan selain bahan makanan itu sendiri, yaitu proses memasaknya.
Memasak makanan merupakan salah satu cara menikmati sajian secara mindful. Tahukah Sahabat Dream, kalau cara memasak yang salah dapat mengurangi nutrisi dari makanan itu sendiri?
Ada lima kebiasaan yang sering tak disadari yang membuat level nutrisi dalam makanan menurun drastis. Kamu wajib tahu.
Mengonsumsi Makanan Beberapa Jam Setelah
Berdasarkan ilmu ayurveda, mengonsumsi makanan setelah 3 jam atau lebih dimasak tidak sehat, karena dapat menghilangkan tingkat nutrisi makanan tersebut. Mengonsumsi makanan cukup lama setelah dimasak dapat berdampak pada kesehatan pencernaan. Terdapat pengecualian, seperti makanan fermentasi, yang semakin lama justru akan meningkatkan bakteri baik.
Makanan yang terpapar udara dan kelembapan dapat mengurangi nutrisi pada makanan serta rentan tumbuh bakteri dan patogen. Maka dari itu, selalu tutup makanan dengan plastik penutup makanan.

Urutan Bumbu Masak
Memasukan bumbu dapur dengan urutan tertentu ternyata berpengaruh pada keberlangsungan makanan dan mengurangi nutrisinya. Hal tersebut karena adanya bumbu yang sensitif terhadap panas dan dapat melepaskan racun. Jadi, penting untuk menambahkan bumbu dengan urutan yang sesuai.
Banyak orang memotong berbagai sayuran untuk disimpan dan dipakai di kemudian hari. Cara ini dapat menghemat banyak waktu dan memudahkan proses memasak. Memotong sayuran seperti ini dapat memicu bakteri dan patogen untuk berkembang biak, mengurangi nutrisi, serta mempercepat pembusukan.

Terlalu Matang
Banyak yang mengira memasak bahan makanan dengan sangat matang dapat membunuh bakteri dan kuman yang ada di makanan tersebut. Hal ini dapat mengurangi nutrisi bahkan menghilangkan kalori.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Times of India
Dream - Kentang goreng memiliki citarasa gurih dan manis, tak heran kalau menu satu ini jadi favorit anak-anak dan orang dewasa. Sayangnya, kentang goreng termasuk kudapan yang kurang sehat karena mengandung banyak minyak yang berbahaya bagi kesehatan.
Hal itu karena ketika kentang diolah dengan cara digoreng, manfaat kesehatannya akan berkurang. Dikutip dari KlikDokter, karena minyak menambahkan lemak jenuh serta kalori yang sangat banyak.
Sebenarnya ada banyak cara mengolah kentang, tak melulu harus digoreng. Rasanya pun tak kalah nikmat. Bagaimana cara mengolah kentang lebih sehat?
1. Panggang dengan Kulitnya

Cara memasak kentang yang baik salah satunya adalah dengan memanggang kentang bersama dengan kulitnya. Konsumsi kentang beserta kulitnya ternyata dapat meningkatkan komponen serat sehingga membantu menurunkan indeks glikemik kentang.
Sebuah kentang yang dipanggang bersama kulitnya memberikan 4 gram serat dan lebih dari 900 miligram kalium. Di sisi lain, mengonsumsi daging hanya memberikan 2 gram serat dan kurang lebih 600 miligram kalium.
Cara memasak kentang seperti ini dapat Anda lakukan dengan langkah-langkah berikut:
- Potong kentang ke bentuk wedges. Bisa juga membelah kentang menjadi dua
- Oleskan minyak zaitun dan bumbui kentang dengan garam serta merica
- Gunakan alumunium foil untuk membungkus kentang
- Tindakan ini dilakukan untuk menjaga agar nutrisi yang terkandung dalam kentang tetap terjaga
- Panggang di oven dengan suhu 450o C selama 15-20 menit

Mengukus merupakan salah satu cara memasak kentang yang sehat. Kamu mungkin menganggap kentang akan terasa tawar dan hambar bila dikukus. Namun tenang saja, ada beberapa cara supaya kentang yang dikukus menjadi enak. Perhatikan beberapa hal berikut ini.
- Ketika mengukus kentang, jangan lupa tambahkan garam dan lada
- Bila suka rasa pedas, boleh ditambahkan dengan bubuk cabai
- Agar rasa dan aroma lebih kuat, bisa mengukusnya dengan rempah-rempah segar yang dicincang seperti daun peterseli, kemangi, thyme, dan rempah lainnya sesuai selera.

Kentang juga enak dan sehat bila dimakan sebagai salad. Seringkali terdapat kekeliruan saat mengonsumsi kentang dengan cara ini. Kesalahan yang sering dilakukan adalah mengonsumsi salad dengan mayonaise.
Supaya lebih sehat, ganti mayonaise yang biasa ditambahkan ke dalam salad dengan yogurt tawar atau Greek yogurt. Bisa juga menambahkan garam dan merica supaya rasa menjadi lebih enak
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya