Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Posisi Tubuh Yang Benar Ketika Mengendarai Sepeda Motor (Foto: Shutterstock)
Dream – Pengendara motor yang baik pasti sudah tahu berkendara yang benar tak cukup hanya mematuhi rambu lalu lintas. Sikap ini tentu dilengkapi dengan teknik berkendara yang benar.
Dikutip dari Suzuki, Jumat 28 Juni 2019, sikap tubuh yang benar ketika berkendara sangat penting untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai situasi di jalan.
Posisi tubuh yang benar akan mempermudah pengendara motor untuk melakukan keseimbangan dan merespons situasi yang tiba-tiba berubah. Pengendara juga tidak akan mudah merasa lelah.
Kamu sudah tahu dong rasanya jika badan terasa lelah yang berlebihan saat berkendara bisa mengganggu fokus berkendara. Ini akan membuat potensi kecelakaan lalu lintas menjadi lebih besar.
Lantas bagaimana cara posisi berkendara yang benar?
Ada lima posisi berkendara sepeda motor dengan benar. Berikut ini rinciannya.
1. Pandangan melihat jauh ke depan.
Ini penting untuk mendapatkan keadaan di sekitar arah yang hendak dituju. Pandangan pengendara motor harus fokus terhadap objek yang ia lihat. Jadi, sangat penting berkonsentrasi terhadap arah tujuan.
2. Posisi pegang grip setang santai dan sudut pergelangan tidak kaku.
Posisi yang agak menyiku ini memberikan keluwesan ketika harus melakukan manuver. Ini penting untuk diperhatikan.
Posisi yang salah bisa membuat tangan pengendara keseleo waktu menarik rem secara tiba-tiba maupun ketika bermanuver. Ingat, rasa nyeri, baik hanya sesaat atau berkelanjutan pada pergelangan tangan, bisa mengganggu keseimbangan ketika berkendara.
3. Posisi telapak kaki lurus pada injakan (footstep)
Pastikan jari kaki tetap menghadap ke depan dan posisi telapak kaki agak horisontal. Posisi siaga akan memudahkan ketika pengendara saat harus melakukan rem mendadak.
4. Posisi lutut yang benar
Tempelkan kedua lutut pada tangki untuk motor sport dan untuk motor non sport posisi lutut menghadap ke depan. Pada motor sport menjepit tangki juga bisa membantu menjaga keseimbangan.
5. Duduk pada posisi yang tepat
Duduk pada posisi yang tepat ini juga penting supaya mudah menggerakan lengan dan kaki. Duduk jangan terlalu di depan, atau belakang karena justru bisa mengganggu keseimbangan.
Dream – Selama berkendara, kamu dituntut untuk selalu waspada dengan keadaan sekitar, terutama buat kamu pengemudi sepeda motor. Banyak hal tak terduga bisa terjadi.
Agar bisa menghindari situasi tak terduga ini, kamu sebaiknya fokus dan konsentrasi pada jalanan yang dituju.
Kamu juga harus membekali sepeda motor dengan sistem pengereman yang memadai dan ban harus dalam kondisi terbaik.
Biasanya jika menemukan kondisi mengejutkan, kamu akan refleks menarik atau menginjak tuas rem. Sayangnya karena panik, kamu terlalu dalam negrem sehingga motor menjadi oleng. Yang mengkhawatirkan, kamu terjatuh dari sepeda motor.
Dilansir dari laman Suzuki, Senin 27 Agustus 2018, seorang pakar keamanan berkendara, Johannes Lucky, mengatakan pengereman, terlebih pengereman darurat, membuat orang cenderung panik sehingga asal tekan rem.
Akibatnya, sepeda motor menjadi ngesot dan sulit dikendalikan. Johannes juga menyarankan kamu untuk menguasai pengereman mendadak.
Pertama, kamu menutup gas dengan cepat dan menarik rem depan hingga penuh. Dalam jeda sepersekian detik, langsung tekan rem belakang sampai penuh. Dalam kondisi ini, pastikan kondisi sepeda motor dan posisi ban sedang lurus dan tidak sedang berbelok atau akan belok.
![]()
Johannes juga melarang kamu untuk membiasakan kedua jari menempel di tuas rem depan ketika sedang berkendara. Saat melakukan rem, otomatis rem depan akan langsung dipencet, sementara tuas gas masih menyala. Cara ini tidak akan efektif dan menyebabkan sepeda motor ngesot.
Berbicara panik ketika pengereman mendadak, Johannes melanjutkan teknik pengereman ini harus dilatih dan dibiasakan. Caranya, kamu bisa melatih trik pengereman di jalan sepi dan posisikan diri di dalam kondisi darurat dan harus segera mengerem dadakan.
![]()
Intinya, teruslah berlatih dan berkendaralah dengan baik. Selain itu, pastikan kamu menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai. Selamat mencoba!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya