Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mengalami Masalah Gairah Seksual Dengan Pasangan. (Source: Shutterstock)
Dream - Hubungan seksual menjadi salah satu aktivitas yang spesial bagi setiap pasangan. Namun, terkadang hal tersebut tidak selamanya benar.
Bahkan, bagi beberapa pasangan hubungan seksual justru menjadi aktivitas yang dihindari. Berbagai hal bisa menjadi penyebabnya.
Mulai dari rendahnya libido hingga pengalaman seksual yang kurang menyenangkan. Dilansir dari Sehatq.com, berikut penyebab hilangnya ketertarikan untuk berhubungan seksual.
Ini merupakan alasan yang paling sering dimiliki oleh pasangan. Apalagi, ketika salah satu pasangan ingin berhubungan seksual di malam hari setelah bekerja.
Akhirnya, pasangan pun menolak untuk melakukannya karena kehabisan tenaga dan ingin beristirahat.
Stres
Stres bisa memengaruhi suasana hati dan performa saat berhubungan seksual. Berdasarkan penelitian dalam Journal of Family Psychology pada 2010, stres bisa menurunkan libido seseorang.
Stres bisa memengaruhi hormon dan menyempitkan pembuluh darah. Sehingga, peredaran darah pun kurang lancar dan menurunkan gairah seksual.
Bagaimana pun pengaruh utama penurunan ketertarikan untuk berhubungan seksual adalah rendahnya gairah.
Hal ini bisa disebabkan oleh depresi, pengaruh hormon, penyakit kronis, konsumsi obat-obatan, gangguan pada organ intim, masalah kepercayaan diri atau hubungan.
Jika semuanya sudah teratasi, kamu bisa berusaha meningkatkan gairah pasangan dengan berbagai cara, seperti berolahraga bersama atau berkomunikasi seputar aktivitas seksual.
Disfungsi seksual
Ketika mengalami hal ini, pasangan akan menarik diri untuk melakukan hubungan seksual. Gairahnya pun akan menurun secara otomatis.
Wanita yang mengalami disfungsi seksual bisa ditandai dengan miss V tetap kering saat menerima rangsangan. Sedangkan pria ditandai dengan ejakulasi dini.
Dua penyebab lain yang cukup sulit diatasi adalah gangguan hasrat seksual hipoaktif atau hypoactive sexual desire disorder (HSDD) dan sexual aversion disorder (SAD).
Jika HSDD masih bisa diobati dan dikonsultasikan dengan dokter, lain halnya dengan SAD yang membuat hasrat seksual seseorang benar-benar hilang.
HSDD sendiri banyak diderita oleh wanita. Berdasarkan penelitian, 8,9 persen wanita rentang usia 18-44 tahun mengalaminya.
Sedangkan wanita yang mengalaminya pada rentang usia 45-64 tahun terdapat sebanyak 12,3 persen. Meski lebih sulit diatasi, SAD cukup jarang dialami dibandingkan HSDD.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya