Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
© MEN
Dream - Pengemudi ojek online di ibukota akhirnya bisa kembali mengangkut penumpang mulai hari ini, Senin 8 Juni 2020. Aplikasi ojek onlie milik Gojek maupun Grab juga sudah mulai mengaktifkan lagi layanan untuk jasa ini
Namun tak semua penumpang di ibukota bisa mendapat layanan transportasi murah ini. Ada beberapa daerah tak boleh dilintasi para pengojek yang mengangkut penumpang di DKI Jakarta.
Mengutip Keputusan Kepala Dinas Perhubungan No. 105 Tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan Covid-19 di Masa Transisi menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif, ojek online tidak diizinkan beroperasi di wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat (WPK) berskala lokal.
Dari 2.738 RW di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta menetapkan 66 RW masuk ke dalam WPK. Data per 1 Juni 2020, puluhan RW ini tersebar di 6 kotamadya DKI Jakarta.
Sebanyak 15 RW di Jakarta Barat ditetapkan masuk ke dalam WPK. Diikuti 15 RW di Jakarta Pusat, 3 RW di Jakarta Selatan, 3 RW di Kepulauan Seribu, 15 RW di Jakarta Selatan, dan 15 RW di Jakarta Utara.
Berikut ini adalah rinciannya.
A. Jakarta Barat
Grogol: 1 RW
Tomang: 1 RW
Tangki: 1 RW
Krukut: 1 RW
Jembatan Besi: 4 RW
Palmerah: 1 RW
Kota Bambu Utara: 1 RW
Jati Pulo: 1 RW
Cengkareng Timur: 1 RW
Srengseng: 1 RW
Joglo: 1 RW
B. Jakarta Pusat
Mangga Dua Selatan: 1 RW
Cempaka Baru: 1 RW
Kramat: 1 RW
Cempaka Putih Barat: 1 RW
Cempaka Putih Timur: 2 RW
Gondangdia: 1 RW
Kebon Kacang: 2 RW
Kebon Melati: 3 RW
Petamburan: 2 RW
Kampung Rawa: 1 RW
C. Jakarta Selatan
Lebak Bulus: 1 RW
Pondok Labu: 1 RW
Kalibata: 1 RW
D. Jakarta Utara
Penjaringan: 2 RW
Sunter Agung: 1 RW
Lagoa: 1 RW
Rawa Badak Selatan: 1 RW
Cilincing: 1 RW
Semper Barat: 1 RW
Sukapura: 1 RW
Pademangan Barat: 6 RW
Kelapa Gading Barat: 1 RW
E. Jakarta Timur
Utan Kayu Selatan: 1 RW
Palmeriam: 1 RW
Bidara Cina: 1 RW
Cipinang Besar Selatan: 1 RW
Cipinang Muara: 2 RW
Kampung Tengah: 3 RW
Pondok Bambu: 1 RW
Malaka Sari: 2 RW
Malaka Jaya: 2 RW
Pinang Ranti: 1 RW
F. Kepulauan Seribu
Pulau Kelapa: 1 RW
Pulau Tidung: 2 RW
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam