Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tidak Langsung Mengkonsumsi Makanan Besar Saat Berbuka Puasa (foto Ilustrasi)
Dream - Di Timur Tengah, jam puasa berlangsung lama dan Ramadan tahun ini jatuh tepat saat musim panas. Hal ini tentu menyulitkan beberapa orang yang tidak biasa menjalankan puasa di sana. Terlebih, suhu di Timur Tengah saat musim panas bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius (sebagai perbandingan suhu rata-rata di Indonesia sekitar 28-32 derajat Celcius)
Menurut data resmi, sedikitnya 3.000 kasus penyakit yang berhubungan dengan panas tercatat di Abu Dhabi, pada 2010 saja.
Untuk mencegah penyakit yang berhubungan dengan panas dan diet yang salah, Otoritas Kesehatan Dubai mengeluarkan beberapa tips di Twitter dengan hashtags #Smart_clinic.
1. Dapatkan tidur yang cukup
Kurang tidur tidak hanya membuat orang merasa kurang energik di tempat kerja. Kurang tidur juga meningkatkan risiko stres akibat kepanasan. Menurut pakar kesehatan, adalah penting untuk memiliki banyak istirahat di malam hari, terutama jika orang tersebut berpantang dari makan dan minum di siang hari.
2. Jangan melewatkan sahur
Tidak hanya mendapatkan tidur yang cukup, mereka yang berpuasa harus memastikan perut mereka terisi makanan sebelum tidur. Juga selama Ramadan, muslim sangat dianjurkan untuk sahur.
" Melewatkan sahur dan kurang tidur merupakan penyebab utama stress akibat kepanasan," kata Maryam Rehma Al Shamsi, ahli gizi klinis dan kepala seksi pendidikan kesehatan di departemen gizi Otoritas Kesehatan Dubai. " Sahur sebaiknya dikonsumsi selambat mungkin untuk meminimalkan kesulitan saat puasa."
3. Hindari kafein
Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, cola dan minuman ringan lainnya harus dihindari, terutama pada sahur. Sebab, kafein memiliki sifat diuretik yang dapat mendehidrasi tubuh. Teh juga meningkatkan ekskresi garam dalam urin, yang dibutuhkan oleh tubuh selama puasa.
4. Hindari terpapar sinar matahari langsung
Meski pun sinar matahari dipercaya mengandung vitamin D, namun paparan sinar matahari selama bulan Ramadan yang menyengat harus diminimalkan.
" Di siang hari, usahakan tidak pergi keluar dan bagi orang-orang yang bekerja di bawah sinar matahari agar sering istirahat," kata Al Shamsi.
5. Minum banyak air
Karena orang yang berpuasa tidak minum air di siang hari, mereka harus memastikan tubuhnya mendapatkan cairan yang cukup setelah mereka berbuka puasa.
" Minum banyak air antara buka dan sahur itu lebih baik," saran Muna Shammar, ahli gizi dan kepala pendidikan kesehatan di Rumah Sakit Hatta.
6. Menjalankan diet seimbang
Orang-orang juga sangat disarankan untuk menjalankan diet seimbang yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran, protein, susu, yogurt dan beberapa makanan ringan asin sebanyak yang mereka bisa. Makanan berminyak sangat tidak dianjurkan.
" Hindari makanan berlemak, terutama makanan cepat saji macam ayam goreng, kentang goreng dan makanan berminyak lainnya," kata Shammar.
7. Buka puasa secara bijaksana
Ketika perut kosong akibat berpuasa, tidak dianjurkan untuk langsung mengkonsumsi makanan besar saat berbuka puasa.
Alangkah baiknya jika berbuka dengan dua hingga tiga kurma atau makanan manis lainnya dalam porsi kecil. Itu untuk membantu otak bersinergi dengan lambung agar tidak sakit perut.
" Butuh waktu 20 menit bagi otak untuk menyadari ada makanan yang telah dikonsumsi dan kemudian mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh," kata Shammar.
(Sumber: Alarabiya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya