Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Dalam Sistem Pengereman Di Sepeda Motor? (Foto: Shutterstock)
Dream – Selain mesin, komponen kendaraan yang tak boleh luput dari perhatian adalah sistem pengereman. Dengan kondisi rem yang berfungsi optimal, keselamatan pengendara kendaraan bermotor akan terjamin.
Banyak kasus kecelakaan fatal terjadi karena rem yang tak berfungsi dengan baik.
Untuk sepeda motor, sistem rem umumnya dibagi menjadi dua jenis yaitu rem dengan sistem mekanis dan rem dengan sistem hidrolik. Diantara kedua jenis rem tersebut yang perlu mendapatkan perhatian lebih adalah pada jenis rem hidrolik.
" Ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh pemilik sepeda motor agar kerja dari sistem rem hidrolik ini bekerja dengan baik," kata Asisten Manajer Technical Training PT Daya Adicipta Motora (ADM), Ade Rohman, dikutip dari Otosia, Kamis 11 April 2019.
Ade menjelaskan ada delapan hal yang harus diperhatikan pemilik sepeda motor dengan sistem pengereman hodrolik. Pertama, mengganti minyak rem setiap dua tahun sekali atau setiap jarak 24 ribu kilometer.
Kedua, memeriksa secara visual minyak rem di tangki master rem, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Ketiga, memeriksa apakah minyak rem sudah menyentuh tanda “ lower” alias level paling bawah. Kalau sudah menyentuh, perlu diperiksa apakah kuantitas minyak rem berkurang atau kampasnya sudah mulai aus.
“ Semakin aus pad set atau kampas rem akan menurunkan level permukaan minyak rem di tank master rem,” kata dia.
Keempat, mengisi tangki master rem dengan minyak rem sampai menyentuh level upper. Ini dilakukan apabila minyak rem masih kurang setelah mengganti kampas rem.
Kelima, jangan mengisi minyak rem kalau kondisinya sudah menyentuh level upper atau paling atas.
Keenam, untuk memeriksa kualitas dari minyak rem, kamu bisa mengeceknya dari warnanya. Kalau warnanya semakin gelap, artinya kualitasnya sudah semakin berkurang.
Ketujuh, menggunakan minyak rem jenis DOT 4. Jenis minyak ini bisa menahan panas yang lebih baik. Suhu panas dihasilkan ketika motor sedang direm.
Kedelapan, mengganti seal master rem kalau terasa ada yang ganjil saat pengereman. Ade mengatakan yang biasa dikeluhkan konsumen adalah handle rem yang terasa blong ketika ditekan.
“ Atau, justru handle rem yang sangat keras, tapi kendaraan tidak menurun kecepatannya,” kata dia.
Nah jika kedelapan pemeriksaan itu sudah dilakukan, kamu siap berangkat dengan motor kesayanganmu.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya