Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Vaksin
Dream - Penyakit campak jika menimpa anak-anak dan masih dalam taraf ringan mungkin bisa diatasi dengan terapi obat dan sembuh dalam hitungan minggu. Tapi ketika virus tersebut terpapar pada ibu hamil, efeknya bisa jangka panjang.
Janin yang berada dalam kandungan bisa mengalami cacat bawaan, seperti kebocoran jantung, tuli hingga buta. Seperti pengalaman yang dialami Grace Melia, ibu seorang anak yang mengidap Congenital Rubella Syndrome.
Saat hamil ia terpapar virus rubella atau yang lebih dikenal dengan campak jerman. Grace baru mengetahui Aubrey Naiym Kayacinta (Ubii), putri pertamanya mengalami Congenital Rubella Syndrome saat berusia 6 bulan.
" Di usia Ubii yang mendekati 6 bulan, baru saya tahu bahwa Ubii terdiagnosa dengan Congenital Rubella Syndrome karena saya kena Rubella saat hamil. Itu membuat Ubii terlahir tuli, punya kebocoran jantung, pengapuran otak, retardasi psikomotorik / cerebral palsy," ungkap Grace, seperti dikutip dari blognya Gracemelia.com.
Memiliki pengalaman dengan kondisi anak yang mengalami cacat lahir karena viru rubella, Grace pun mengingatkan para orangtua untuk tidak egois dengan tidak memvaksin anaknya. Karena bukan anaknya saja yang akan menderita karena campak tapi ada efek yang begitu fatal jika sangat anak terkena campak dan berada di dekat ibu hamil.
" Dengan anak kita diimunisasi Rubella, mereka (anak-anak kita ini) akan turut melindungi kesehatan ibu hamil di sekitar mereka agar si ibu hamil tidak ikut tertular dan lantas melahirkan bayi dengan Congenital Rubella Syndrome! Ibu hamil di sekitar anak ya bisa siapa saja. Bisa ibu nya sendiri, tante nya, guru sekolah nya, tetangga nya, dan lain-lain," tulis Grace.
Grace pun mengingkatkan akan program Kampanye imunisasi measles dan rubella (MR) yang dilaksanakan selama Agustus-September 2017 untuk seluruh wilayah di pulau Jawa dan Agustus-September 2018 untuk seluruh wilayah di luar pulau Jawa.
Vaksin MR Gratis
Seperti dikutip dari Kemkes.go.id, pada bulan Agustus, imunisasi MR diberikan untuk anak usia sekolah di sekolah-sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat), dan pada bulan September diberikan di Posyandu, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah.
Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara.
Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi, menurut pihak Kementerian Kesehatan RI adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.
Kementerian Kesehatan juga kembali mengingatkan dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 4 Tahun 2016 dijelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.
Sumber: Kementerian Kesehatan dan Gracemelia.com
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari