Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Rasa terbakar pada kulit saat terpapar matahari menurut para ilmuwan diakibatkan molekul bernama TRPV4. Para ilmuwan pun telah mengetahui alasan kulit terasa menyakitkan.
Para peneliti dari Duke University, Rockefeller University, University of California, San Francisco, dan Howard Hughes Medical Institute menemukan molekul yang disebut TRPV4 menjadi alasan sakit ketika kulit terbakar.
" TRPV4 sebagai terget penelitian baru untuk mencari solusi mencegah dan mengobati kulit terbakar akibat molekul ini dan kerusakan akibat sinar matahari yang mungkin kronis seperti kanker kulit atau penuaan," kata Professor of Dermatology and Surgery di UCSF, Martin Steinhoff dikutip Huffingtonpost, Selasa 15 September 2015.
TRPV4 ditemukan dalam lapisan kulit terluar (epidermis), penelitian ini dipublikasikan dalam Journal Proceeding of the National Academy of Sciences yang didasarkan pada penelitian sel manusia dan tikus.
Para peneliti melibatkan dua tikus, yang pertama direkayasa dengan menghilangkan TRPV4 dan tikus kedua normal. Kedua tikus ini terkena radiasi ultraviolet B, tikus normal mengalami warna merah pada kulit mereka dan yang direkayasa mengalami kerusakan jaringan namun kecil.
Dan di bagian lain dari studi ini, peneliti mengambil senyawa TRPV4 dan dilarutkan ke dalam desinfektan kulit dan kemudian diaplikasikan pada tikus.
Ketika mereka terkena sinar ultraviolet, tikus tampaknya harus dilindungi sampai batas tertentu dari rasa sakit dan efek merusak dari sengatan matahari. " Saya pikir kita harus berhati-hati karena kami ingin mengetahui cara apa untuk menghambat TRPV4 berkembang," kata Professor of Neurology and Neurobiology di Duke University School of Medicine, Wolfgang Liedtke, MD, Ph.D.
Setelah masalah ini ditangani, para peneliti merasa perlu beradaptasi dengan TRPV4 untuk membuatnya cocok di daerah tropis. Menurut peneliti sebaiknya gunakan sunblock untuk menghindari paparan UV.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya