Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Makanan Kaleng. (Source: Shutterstock)
Dream - Makanan kalengan seperti ikan sarden, manisan buah, dan corned beef bisa jadi santapan alternatif ketika ingin lebih praktis. Rasa makanan kalengan juga tetap lezat. Lalu, amankah mengonsumsi makanan kalengan secara rutin?
Menurut dokter yang juga lifestyle influencer, Nadia Alaydrus, makanan kalengan mengandung bahan pengawet yang bisa berdampak bahaya bagi kesehatan. Menurutnya, menyantap makanan segar masih tetap lebih baik dibandingkan dalam bentuk kaleng.
Terutama, bagi seseorang yang memiliki riwayat darah tinggi karena makanan kalengan cenderung mengandung banyak garam atau natrium.

Foto: Shutterstock
Selain itu, makanan kaleng seperti sarden juga mengandung zinc oxide yang bisa mengganggu kinerja usus dalam menyerap berbagai nutrisi.
" Bahkan menurut salah satu penelitian, kandungan zinc oxide dalam makanan kaleng itu bisa 100 kali lebih banyak daripada kebutuhan harian kita," ujarnya dalam unggahan di Instagram.
Perhatikan juga label pada makanan kaleng. Hindari makanan kaleng dengan kandungan BPA tinggi yang bisa menyebabkan gangguan hormonal. Jadi, pilih makanan kaleng yang berlabel 'BPA free'. Kontrol juga konsumsi makanan kaleng agar tidak berlebihan.
View this post on Instagram
Dream - Tak jarang kita menemukan stok makanan kaleng yang disimpan jauh melebihi tanggal kedaluwarsa. Mulai dari kornet sampai olahan buah. Sebagian orang mungkin akan langsung membuang stok tersebut jika melewati tanggalnya.
Ada juga yang memilih untuk tetap menyantapnya. Terkadang melewati tanggal sampai berbulan-bulan. Lalu apakah aman jika mengonsumsi makanan kaleng jika sudah kedaluwarsa.
Menurut USDA (United States Department of Agriculture), makanan kaleng aman dan sehat dikonsumsi melewati tanggal kedaluwarsa jika dirawat dengan baik. Bila kondisinya masih baik, baik aroma maupun teksturnya, cenderung aman untuk dikonsumsi.
Tanggal kedaluwarsa umumnya bukan mengindikasi keamanan pangan, namun kapan makanan berkurang kualitas, kesegaran, atau nilai gizinya. Meskipun makanan kaleng yang sudah kedaluwarsa mungkin berkurang kadar vitaminnya, namun protein dan mineral yang terkandung tetap sama.
Sebaliknya, jika makanan kaleng tersebut berbau busuk, berubah warna dan berlendir, segera buang dan jangan dikonsumsi. Produk yang kondisi kalengnya sudah rusak, berkarat atau menggembung juga pertanda makanan di dalamnya sudah tak layak dikonsumsi. Hal tersebut merupakan indikasi adanya pembusukan mikroorganisme atau racun berbahaya.
Produk yang memiliki asam tinggi seperti tomat, buah-buahan, atau acar memiliki umur simpan lebih pendek, yaitu 12 - 18 bulan. Sedangkan produk yang memiliki asam rendah seperti daging dan sayuran dapat bertahan selama 2 - 5 tahun.
Menurut USDA, bahwa sebagian besar makanan tahan lama (shelf-stable) aman tanpa batas. Namun tetap penting untuk memeriksa aroma dan penampilan produk kaleng sebelum dikonsumsi.
Penyimpanan Makanan Kaleng yang Benar
Makanan kaleng sebaiknya disimpan di suhu sejuk dan kering, seperti pantry atau lemari yang tidak terekspos suhu ekstrem. Disarankan untuk menyimpan makanan kaleng pada suhu 85 fahrenheit atau lebih dan menghindari titik beku serta lebih dari 100 derajat fahrenheit.
Ketika makanan kaleng bersisa, simpan di wadah tertutup dalam lemari es. Produk dengan kandungan asam tinggi dapat bertahan 5-7 hari, sementara produk dengan asam rendah dapat bertahan 3-5 hari.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: RD
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya