Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Anak Main Sepeda
Dream - Melihat lincah dan aktifnya anak laki-laki kadang sampai membuat kita sebagai orangtua ikut lelah. Mereka melompat kemana saja, bermain sepeda, menendang bola dan segala aktivitas fisik lainnya.
Mungkin banyak orangtua yang khawatir anak lelakinya tak bisa mengikuti kelas di sekolah dengan baik karena tak bisa diam. Ternyata kekhawatiran ini tak selalu tepat.
Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Eastern Finland, anak lelaki yang lebih banyak aktivtas fisik dibanding duduk manis di kelas, akan lebih cepat membaca.
Termasuk, memiliki kemampuan yang lebih baik dalam matematika. Hal ini diketahui dengan menganalisis 153 anak yang berusia 6 hingga 8 tahun.
" Kami mencatat detak jantung, sensor gerak lalu memberi tes standar membaca dan matematika pada anak-anak ini. Kami menemukan bahwa tingkat aktivitas fisik yang rendah berkaitan dengan kurangnya kemampuan membaca pada anak laki-laki," tulis studi tersebut yang dipublikasi dalam Journal of Medicine and Sport.
Dari hasil perbandingan, anak laki-laki yang lebih banyak melakukan aktivitas fisik diketahui lebih cepat membaca. Mereka juga lebih baik dalam mengerjakan soal matematika. Hal ini dibandingkan dengan anak laki-laki yang sedikit melakukan aktivitas fisik, baik bermain atau olahraga khusus.
Hal tersebut menurut tim peneliti menunjukan aktivitas fisik sangat dibutuhkan anak-anak terutama di usia 5 hingga 10 tahun. Anak-anak membutuhkan banyak permainan fisik dan olahraga yang sebenarnya bukan hanya berdampak pada kesehatan fisiknya tapi juga kemampuan kognitifnya.
Sumber: Time
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?