Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bahaya Ini Mengancam Keselamatan Pemotor, Terutama Pada Musim Hujan. (foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Istilah aquaplaning sering terdengar dan bisa mengancam keselamatan pengendara, termasuk sepeda motor, terutama pada musim hujan. Istilah ini merujuk kepada kondisi ban melewati kendaraan air, tapi mengambang atau tak sepenuhnya menyentuh tanah.
Dikutip dari Wahana Honda, Rabu 30 Desember 2020, pada situasi tersebut, para pengendara motor seringkali kehilangan kendali dan dapat berujung jatuh dari kendaraanya atau bahkan mengalami kecelakaan.
Risiko fatal yang tersembunyi inilah yang membuat aquaplaning menjadi salah satu risiko yang cukup berbahaya bagi para pengendara terutama pada saat musim hujan.
Aquaplaning bisa terjadi jika kamu mengendarai motor di tengah hujan atau jalanan yang tergenang air dengan kecepatan tinggi. Ban motor akan kehilangan traksi atau cengkeramannya di aspal. Itu membuat ban terasa mengambang.
Ada empat faktor penyebab terjadinya aquaplaning bagi sepeda motor. Berikut ini adalah rinciannya.
Pertama, berkendara dalam kecepatan tinggi. Mengendarai motor dengan kecepatan tinggi saat melewati genangan air sangat berpotensi memicu terjadinya aquaplaning.
Untuk itu, jika berkendara di tengah hujan atau sadar jika di depan mata terdapat genangan air yang cukup dalam, sebaiknya segera kurangi kecepatan dari jarak yang cukup jauh.
Kedua, ban motor sudah gundul atau aus. Faktor berikutnya adalah kondisi ban motor yang sudah tidak prima seperti gundul atau aus. Akibat dari ban motor yang sudah rusak ini, kekuatannya untuk memecah genangan air pun tidak akan maksimal. Risiko terjadinya aquaplaning juga akan jauh lebih besar.
Pastikan kamu mengeck kondisi ban sebelum berkendara. Kalau sudah botak, lebih baik ganti dengan yang baru. Ban yang sudah aus ini sangat berbahaya bagi keselamatan pemotor di jalan.
Ketiga, desain telapak ban motor tak sesuai. Desain telapak ban motor mungkin dianggap sebagai nilai estetika. Padahal, motif ban ini punya fungsi khusus.
Corak atau motif pada permukaan ban dibuat bertujuan untuk saluran pembuangan air pada saat kendaraan melewati jalanan yang basah atau berair. Dengan motif tersebut, kendaraan akan lebih mudah saat bermanuver melewati jalanan yang digenangi air tanpa harus takut terhadap risiko ban yang jadi licin.
Corak atau motif ban yang cocok untuk digunakan pada saat musim hujan adalah yang memiliki banyak alur. Hindari menggunakan ban motor dengan alur yang minim. Hal ini dapat berdampak pada upaya pemecahan bisa tergelincir.
Keempat, tekanan angin pada ban motor yang kurang. Kurangnya tekanan angin pada ban motor juga bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya aquaplaning.
Hal ini dikarenakan pada saat melewati jalanan yang basah, cengkeraman ban pada aspal akan berkurang dan tidak sekuat saat melintasi jalanan yang kering. Akibatnya, risiko aquaplaning akan menjadi lebih besar jika berkendara dengan motor yang memiliki ban bertekanan angin rendah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya