AS Desak Apple dan Google Hapus TikTok

Reporter : Nabila Hanum
Kamis, 30 Juni 2022 17:34
AS Desak Apple dan Google Hapus TikTok
Apple dan Google didesak untuk TikTok dari toko aplikasi mereka karena masalah keamanan data terkait China.

Dream - Pimpinan Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat meminta Apple dan Google menghapus TikTok dari toko aplikasi mereka karena masalah keamanan data terkait China.

Komisaris FCC, Brendan Carr, membagikan surat melalui Twitter kepada CEO Apple, Tim Cook, dan CEO Alphabet, Sundar Pichai. Surat itu memuat bukti yang menunjukkan TikTok tidak mematuhi kebijakan toko aplikasi kedua perusahaan.

" TikTok tidak seperti yang terlihat di permukaan. Ini bukan hanya aplikasi untuk berbagi video atau meme lucu. Itu hanya penyamaran saja. Pada intinya, TikTok berfungsi sebagai alat pengawasan canggih yang mengumpulkan sejumlah besar data pribadi dan sensitif," katanya dalam surat tersebut, dikutip dari CNBC.

1 dari 5 halaman

Surat Carr, tertanggal 24 Juni dengan kop surat FCC, mengatakan, jika Apple dan Alphabet tidak menghapus TikTok dari toko aplikasi mereka, maka harus memberikan pernyataan kepada lembaga tersebut sebelum 8 Juli.

Pernyataan yang diminta harus menjelaskan alasan perusahaan bahwa akses rahasia data pribadi dan sensitif pengguna AS tidak gunakan oleh oknum di China.

Dikutip dari BuzzFeed News, sebuah rekaman pernyataan karyawan TikTok mengindikasikan para insinyur di China memiliki akses ke data AS antara September 2021 dan Januari 2022.

Pada 17 Juni, di hari yang sama dengan laporan BuzzFeed, TikTok mengumumkan bahwa mereka mengelompokan semua data pengguna AS ke Oracle Cloud Infrastructure.

TikTok juga memindahkan data pribadi pengguna AS dari pusat datanya sendiri di AS dan Singapura ke server cloud Oracle di Amerika Serikat.

2 dari 5 halaman

 

3 dari 5 halaman

Meta Luncurkan Meta Pay, Dompet Digital untuk Metaverse

Dream - Meta kembali berinovasi. Kali ini Meta meluncurkan dompet digital untuk Metaverse yang diberi nama Meta Pay. Meta Pay merupakan rebranding dari layanan sebelumnya, Facebook Pay.

Meskipun demikian, Meta Pay juga akan mempunyai fungsi yang sama seperti yang dilakukan Facebook Pay di masa lalu.

Bedanya, layanan di dalam Meta Pay akan dikembangkan secara universal untuk membayar barang dan jasa menggunakan identitas digital di metaverse. Melalui Meta Pay, Metaverse mencoba memecahkan masalah transaksi dan interaksi nilai di Metaverse.

4 dari 5 halaman

Menurut CEO Meta, Mark Zuckerberg, Meta Pay akan menjadi solusi untuk dua masalah di metaverse yaitu aksesibilitas ke barang digital dan bukti kepemilikan.

“ Di masa depan, akan ada segala macam barang digital yang mungkin ingin kamu buat atau beli - pakaian digital, seni, video, musik, pengalaman, acara virtual, dan banyak lagi. Bukti kepemilikan akan menjadi penting, terutama jika kamu ingin membawa beberapa barang ini ke berbagai layanan,” kata Mark Zuckerberg.

Tentang portabilitas dan standardisasi di Metaverse, Zuckerberg menyatakan bahwa idealnya, semua yang dibeli di satu bagian Metaverse harus tersedia di platform lain, dengan fungsi dan sifat yang sama.

Salah satu tujuan yang ingin dicapai Meta dengan Meta Pay, contohnya saja semacam identitas Web3 yang menghubungkan pembelian barang digital dengan identitas digital tunggal.

5 dari 5 halaman

“ Interoperabilitas semacam ini akan memberikan pengalaman yang jauh lebih, baik bagi orang-orang dan juga peluang yang lebih besar bagi pembuat konten," terang Zuckerberg.

Lebih lanjut, Zuckerberg berpendapat bahwa metode pembayaran universal di seluruh metaverse akan menjadi peluang bagi pembuat konten, karena lebih banyak konsumen yang akan membeli konten mereka.

" Semakin banyak tempat yang mudah kamu gunakan untuk barang digital, semakin kamu akan menghargainya. ini dapat menciptakan pasar yang lebih besar bagi para pembuat konten,” pungkas Zuckerberg.

Namun, hal ini hanya dapat dicapai dengan tingkat standarisasi tertentu.

Sumber: bitcoin.com

Beri Komentar