Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
AS Akan Hapus Aplikasi TikTok Dan WeChat Dari AppStore
Dream - Pemerintah Amerika serius dengan ancamannya menghentikan operasional platform dari China. Mulai hari minggu waktu setempat, aplikasi TikTok dan WeChat takkan lagi muncul di App store di negara tersebut.
Departemen Perdagangan AS dalam pengumumannya pada Jumat kemarin mengatakan telah memerintahkan Apple dan Google untuk menghapus dua aplikasi TikTok dan WeChat versi China dari app store mereka.
Menteri Perdagangan AS, Wilburr Roos mengatakan, " Kami telah mengambil tindakan signifikan memerangi pengumpulan data personal warga AS oleh China."
Penghapusan total itu berlaku di saat Oracle dan ByteDance, pemilik TikTok, melanjutkan pembicaraan dengan pemeritah Donald Trump untuk mencari solusi dari aplikasi video tersebut. Setiap kesepakatan juga harus mendapat persetujuan dari Beijing.
Oracle dan ByteDance diketahui sudah mengajukan proposal yang akan membuat bisnis TikTok di seluruh dunia terpisah dari perusahaan AS. Saham perusahaan baru ini akan dimiliki mayoritas oleh ByteDance, namun akan mencatatkan sahamnya di AS.
Trump sendiri sudah menyampaikan kecemasannya terkait kepemilikan China di aplikasi tersebut, sementara senator Republik, Rubio, dan para pembuat kebijakan lain mengeluhkan kesepakatan ini akan membuat ByteDance tetap memiliki kontrol terhadap algoritma video yang akan disebar ke pengguna.
Penghapusa TikTok dan WeChat dari appstore AS dilakukan sebagai pelaksanaan perintah eksekutif Trump yang terbit bulan lalu. Surat tersebut menyatakan perusahaan AS akan dilarang menjalin kerja sama dengan aplikasi tersebut mulai 20 September 2020.
Presiden Trump selanjutnya mengeluarkan surat perintah ketiga yang memberikan batas waktu ByteDance menyelesaikan divestasi bisnis TikTok di AS sampai 12 November 2020.
Berbicara kepada Fox Business, Ross mengatakan WeChat akan efektif berhenti beroperasi di AS dalam waktu secepatnya. Namun untuk pengguna TikTok di AS, layanan pelan-pelan akan dimatikan pada 12 November.
Berhenti operasional TikTok di AS itu akan mengikuti perkembangan divestasi ByteDance yang dianggap memuaskan pemerintah AS. Ditanyakan tentang kemungkinan penolakan dari pihak China, Ross mengatakan, " Itu terserah kepada mereka."
Analis dari perusahaan konsultan China Plenum, Feng Chucheng menduga pemerintah Beijing kemungkinan takkan mengambil langkah dramatis terhadap persoalan TikTok.
" China takkan membaut langkan drastis, namun mereka akan mengambil posisi simbolik dengan mengritik hubungan unilateral terhadap langkah AS kepada perusahaan teknologi China," ujar Feng.
(Sah, Sumber: FT.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya