Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Roket Milik China Jatuh Di Dekat Permukiman Warga. (Foto: Cuplikan Video Twitter)
Dream - Seakan tidak mau kalah dari Amerika Serikat, Rusia, dan Eropa, China, juga berambisi untuk menjelajah angkasa luar.
Dilansir BGR, saat ini China mengejar ketinggalan dengan mengembangkan teknologi roket baru. Pada Minggu, 7 September 2020, China meluncurkan roket terbarunya untuk mengangkut satelit ke antariksa.
Penempatan satelit tersebut berjalan lancar, namun roket pendorong yang membawanya menciptakan masalah baru bagi China.
Mengutip laporan Ars Technica, roket pendorong yang dinamakan Long March 4B itu jatuh kembali ke Bumi setelah menunaikan tugasnya membawa satelit.
Sayangnya, ketika kembali ke Bumi, roket jatuh tidak di tempat yang aman dan jauh dari permukiman. Roket itu malah jatuh di lapangan dekat sebuah bangunan sekolah.
Kejadian ini tentu sangat mengejutkan warga di sekitarnya. Namun ada susulan kejadian yang lebih membuat warga panik dan ketakutan.
Roket pendorong tersebut mengeluarkan gas beracun setelah meledak saat berbenturan dengan permukaan tanah.

Dalam sebuah video yang diposting di media sosial, gas beracun itu membumbung tinggi hingga bisa terlihat dari jarak berkilo-kilo meter.

Gas tersebut menyerupai asap berwarna oranye karena hasil campuran bahan bakar yang terbakar.

Sementara di lokasi jatuhnya roket pendorong tersebut, tampak permukaan tanahnya amblas dan menciptakan lubang yang cukup dalam.
Tidak jelas apakah roket pendorong itu menyebabkan kerusakan pada bangunan di sekitarnya. Tapi yang jelas, dari kepulan asapnya, roket itu jatuh dekat sekali dengan permukiman penduduk.
Namun yang mengkhawatirkan adalah kepulan gas beracun berwarna oranye tersebut. Sayangnya pemerintah setempat tidak memberikan penjelasan, termasuk laporan tentang korban yang luka atau sakit akibat kejadian ini.
Tetapi hal ini tidak mengherankan karena pemerintah China memang selalu tutup mulut soal program angkasa luar mereka.
Some impressive footage from today's Long March 4B first stage return.
??https://t.co/9oRPoR0ZdF pic.twitter.com/SEl7t1u5xJ— LaunchStuff (@LaunchStuff)September 7, 2020
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya