Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi WhatsApp Desktop (Foto: Shutterstock)
Dream - WhatsApp resmi meluncurkan fitur telepon dan video call lewat WhatsApp Desktop. WhatsApp berharap fitur itu akan memudahkan pengguna untuk berkomunikasi secara privat dan aman dengan keluarga ataupun teman.
WhatsApp mengklaim panggilan suara dan video individual tetap dilindungi oleh enkripsi end-to-end. Siapapun, termasuk WhatsApp, diklaim tidak bisa mendengar atau melihat panggilan pengguna yang dilakukan melalui ponsel maupun desktop.
WhatsApp menyampaikan terjadi peningkatan signifikan jumlah pengguna yang melakukan panggilan di WhatsApp sepanjang tahun 2020. Perusahaan menyebut panggilan yang berdurasi panjang paling dominan.
Pada malam Tahun Baru 2021, WhatsApp panggilan suara dan video memecahkan rekor panggilan terbanyak yang pernah dilakukan dalam satu hari. WhatsApp mencatat panggilan suara dan video saat itu mencapai 1,4 miliar panggilan suara dan video.
" Saat ini, masih banyak sekali dari kita yang terpisah dari orang-orang terdekat, serta masih berusaha menyesuaikan diri dengan cara baru dalam bekerja. Oleh karena itu, kami ingin percakapan di WhatsApp sedapat mungkin terasa seperti percakapan tatap muka, terlepas dari lokasi atau perangkat yang digunakan," ujar WhatsApp dalam keterangan resmi yang diterima Dream, Kamis 4 Maret 2021.
WhatsApp menilai melakukan panggilan pada layar yang lebih besar akan memudahkan pengguna untuk berkolaborasi dengan pengguna lain. Untuk kenyamanan pengguna, panggilan desktop juga telah didesain agar dapat berfungsi tanpa kendala dalam orientasi potret maupun lanskap.
" Panggilan desktop akan ditampilkan sebagai jendela terpisah dengan ukuran yang dapat diatur dan selalu tampil paling depan. Dengan demikian, Anda tidak perlu mencari-cari panggilan video tersebut di antara tumpukan jendela lain yang sedang terbuka," kata WhatsApp.

Usai peluncuran fitur telepon dan video call di WhatsApp Desktop, WhatsApp mengaku akan mengembangkan fitur tersebut untuk mencakup panggilan suara dan video grup.
“ Kami berharap Anda akan menikmati panggilan desktop yang selalu privat dan aman dengan teman dan keluarga,” kata WhatsApp.
Dream – WhatsApp, aplikasi pesan smartphone mengatakan secara bertahap akan 'mendepak' para pengguna yang tidak mematuhi perubahan kebijakan privasi baru.
Kebijakan itu akan mulai diterapkan pada 15 Mei 2021 mendatang. Sebelumnya, WhatsApp sempat mendapat kecaman dari penggunannya yang merasa khawatir platform chat tersebut akan membongkar isi percakapan mereka.
Kekhawatiran yang viral di media sosial membuat banyak pengguna WhatsApps yang berpaling ke platform chat lain.
Namun apa yang sebenarnya akan terjadi jika para pengguna menolak persyaratan terbaru yang dibuat WhatsApp tersebut?
Dalam email ke salah satu mitranya, ditinjau TechCrunch, WhatsApp yang juga merupakan milik Facebook mengatakan, “ Perlahan-lahan meminta pengguna untuk mematuhi persyaratan baru agar mereka memiliki fungsionalitas penuh (terhadap) WhatsApp."
Jika mereka tidak menerima persyaratan, “ Untuk waktu yang singkat, pengguna akan dapat menerima panggilan dan pemberitahuan, tetapi tidak dapat membaca atau mengirim pesan dari aplikasi,” jelas perusahaan.
“ Biasanya akan dihapus setelah 120 hari tidak aktif,” tambah perusahaan sebagai kebijakannya untuk para pengguna yang tidak mengaktifkan akun pada aplikasi.
Layanan pesan instan itu juga mengklarifikasi bahwa pesan pribadi antar pengguna akan tetap dienkripsi end-to-end sehingga cuma antar pengguna itu saja yang dapat mengakses.
WhatsApp menerima reaksi beberapa penggunanya, termasuk yang berada di India, pasar terbesarnya, mengenai peringatan dalam aplikasi yang mengatakan mereka cuma memiliki waktu hingga 8 Februari kemarin untuk menyetujui persyaratan privasi yang direncanakan.
Hal tersebut berhubungan dengan dorongan baru ke dalam e-commerce, jika ingin terus menggunakan layanan aplikasi tersebut.
Reaksi balik dari hal di atas, WhatsApp merasa bahwa pengguna banyak yang merasa kebingungan akan pembaruan privasi yang direncakan.
“ Kami telah mendengar dari begitu banyak orang betapa banyak kebingungan yang terjadi seputar pembaruan terbaru kami. Ada banyak kesalahan informasi yang menyebabkan kekhawatiran dan kami ingin membantu semua orang memahami prinsip dan fakta kami,” jelas WhatsApp pada blog bulan lalu.
Sebenarnya sejak 2016, kebijakan privasi WhatsApp telah memberikan izin layanan untuk berbagi metadata tertentu dengan Facebook, seperti nomor telepon pengguna dan informasi perangkat.
Persyaratan baru ini dilakukan untuk menyempurnakan keterhubungan antar kedua aplikasi yang memungkinkan untuk berbagi pembayaran dan data transaksi.
Hal ini dilakukan untuk membantu mereka menargetkan iklan dengan lebih baik karena besar sosialisasi penawaran e-commerce dan berupaya menggabungkan platform perpesanannya.
WhatsApp dengan lebih dari dua miliar pengguna ini, pada bulan lalu telah menunda pemberlakuan peraturan baru selama tiga bulan perihal menjelaskan persyaratannya kepada para pengguna.
Jadi, siap dengan aturan baru WhatsApp?
(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Techcrunch.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya