Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Planet Mars
Dream – Mungkin masih diperlukan waktu cukup lama untuk manusia berjalan di permukaan Planet Mars. Tetapi sekarang ada cara lain untuk melihat Planet Merah itu dari dekat.
Untuk menghormati penjelajah Perseverance NASA yang baru saja menyelesaikan perjalanan sulit ke Mars, Museum Sejarah Alam di London telah menyelesaikan dan mempublikasikan replika planet tersebut.
Dengan lebar sekitar 23 kaki, instalasi karya seniman Inggris Luke Jerram ini digantung di langit-langit di Museum Hintze Hall.
Menurut Lonely Planet, Hintze Hall memang memamerkan karya seni dari misi-misi NASA sebelumnya, termasuk instalasi planet ini, sebagai penghormatan khusus kepada penjelajah Perseverance yang melakukan perjalanan tujuh bulan dari Bumi, sebelum akhirnya mendarat di mars minggu lalu.
Namun sayangnya, Museum Sejarah Alam masih ditutup karena pembatasan akibat pandemi Covid-19, sehingga publik mungkin tidak akan bisa melihat pertunjukan luar biasa ini dalam waktu dekat.

Penjelajah Perseverance mencari jejak kehidupan mikroba masa lalu, dan para ilmuwan dari museum bekerja sama dengan NASA serta Badan Antariksa Eropa untuk membantu membuat keputusan tentang pengambilan sampel batuan dan tanah.
Hasil dari misi ke Mars ini ternyata masih jauh, karena menurut situs museum, penjelajah Perseverance masih harus mengumpulkan batuan dan tanah Mars yang menarik secara ilmiah untuk merekonstruksi lingkungan permukaan Mars miliaran tahun lalu, ketika diyakini bahwa kehidupan mungkin ada.
Sampel yang sudah disiapkan, bagaimanapun tidak akan diambil sampai misi berikutnya ke Mars, yang direncanakan pada awal 2030-an.
“ Penjelajah Perseverance memang dirancang khusus untuk mencari bukti kehidupan purba di Mars,” tutur Profesor Caroline Smith, salah satu ilmuwan museum.
Caroline juga mengatakan kemampuan mengumpulkan sampel yang menarik untuk dibawa kembali ke Bumi memberi kesempatan terbaik untuk menjawab pertanyaan, apakah ada kehidupan di Mars?
Dengan terjawabnya pertanyaan ini, menjadi salah satu penemuan ilmiah paling signifikan dalam sejarah.
(Sumber: travelandleisure.com)
Laporan: Josephine Widya
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya