5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Noor Tagouri. (foto: News.com.au)
Dream - Jurnalis Muslim berwarganegaraan Amerika Serikat (AS), Noor Tagouri mengubah pandangan umum. Wajahnya akan muncul di majalah pria dewasa Playboy terbitan bulan Oktober 2016 berjudul Renegades.
Berpakaian jin, jaket kulit dan sepatu Converse, perempuan 22 tahun itu diwawancari mengenai keinginannya menjadi perempuan berhijab pertama yang menjadi pembawa acara berita di layar kaca AS.
Dia membuat berita untuk Newsy, sebuah jaringan video berita yang memproduksi berita-berita video pendek.
Tagouri meyakini pengalamannya sebagai Muslimah telah membuat dirinya menjadi sosok reporter tangguh.
" Jujur, aku berpikir saat menjadi Muslimah berhijab membantuku mendapatkan kepercayaan (dari narasumber)," kata dia kepada majalah Playboy.
" Aku tahu, narasi mengenai komunitas Muslim kerap dibelokkan dan dimanfaatkan oleh media. Aku seolah berkata, 'Hey, aku tahu apa yang ditafsirkan salah oleh media. Aku tak ingin melakukan itu kepada kalian. Aku ingin menceritakan kisahmu karena begitu penting dan kalian berhak mendapat keadilan," ucap dia.
" Aku tahu rasanya pertama kali orang-orang mendapatkan kepercayaannya kembali, mereka menyadari bahwa cerita mereka begitu kuat dan mereka mulai berbagi kisah. Ini penghargaan yang menakjubkan dan dapat mencerahkan bahkan menyelamatkan sesama," ujar dia menambahkan.
© Dream
Saat Tagouri mendapat banyak kata-kata kebencian dan kritik melalui internet, dia tak menghiraukannya.
" Itu semua merupakan energi negatif dan tak menyehatkan. Aku yakin orang-orang di sekelilingku akan menjagaku tetap membumi," kata dia.
" Baik di rumah atau lokasi kerja, aku akan mendengar suara dan kritik orang-orang yang tahu mengenai ketertarikanku dan aku bekerja bersama orang-orang seperti itu," ucap dia.
" Meski begitu, aku hanya ingin melakukan apa yang aku bisa dan tak akan menghiraukan orang-orang yang marah karena, misalnya, tak suka dengan apa yang aku kenakan dan katakan," ucap dia.
© Dream
Saat ditanya, keputusannya tetap menggunakan hijab saat tampil di televisi, Tagouri menjawab singkat.
" (Mengenakan hijab) membuatku lebih berdaya," kata Tagouri. " (Mengenakan hijab) dapat membantuku melakukan apa yang ingin aku lakukan," kata dia kepada The Washinton Post.
" Mengenakan hijab di kepalaku tak akan membuat perbedaan kisah yang aku tulis," ucap dia.(Sah)
(sumber: news.com.au)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
