Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Felixia Yeap. (foto: Ohbulan.com)
Dream - Baru-baru ini, publik Malaysia dikejutkan berita artis lokal yang membuka kembali hijabnya. Tidak lama setelah itu, publik negeri jiran itu kembali heboh ketika seorang jutawan lokal kembali menjadi transgender setelah sebelumnya menyatakan bertobat.
Kedua kisah itu menjadi perbincangan hangat netizen dalam beberapa pekan terakhir. Mereka melontarkan kritik pedas terhadap sikap kedua figur publik Malaysia yang tidak bisa istiqomah menjalankan syariat agama.
Sebaliknya, selebriti lain di Malaysia, Felixia Yeap, justru bersusah payah dengan hijrahnya. Berubah dari seorang model majalah pria dewasa, Playboy, menjadi Muslimah berhijab. Sampai sekarang, ia masih berhasil mempertahankan citra tersebut.
Apa yang ingin disampaikan oleh Felixia melalui akun media sosialnya adalah berhijrah itu memang sesuatu yang mudah, tetapi yang sulit adalah istiqomah. Felixia membagikan pandangannya mengenai susahnya istiqomah dalam mempertahankan keyakinan.
" Benarlah bila orang mengatakan hijrah itu sebenarnya mudah. Istiqomah itu yang susah," tulis Felixia mengawali posting itu.
" Akhir-akhir ini kita dikejutkan oleh berita tentang seorang saudari dan seorang saudara kita yang mengibarkan kain putih sebagai tanda menyerah di pertengahan jalan hijrah mereka."
© Dream
Benar, tetapi pada saat yang sama, saya sangat memahami apa yang mereka lalui. Saya juga mengalami hal yang sama, setiap hari. Tapi bagi saya, saya mencoba cuek terhadap kritik, makian dan sindiran manusia.
Bagi saya, banyak lagi hal yang penting dalam hidup ini untuk dilakukan, dari hanya mencoba memuaskan hati dan menutup mulut manusia yang tidak berkontribusi terhadap hijrah kita.
Manusia yang hanya tahu mencari kesalahan dan aib kita meskipun kita sedang berusaha menjadi lebih baik. Misalnya, menjaga keluarga kita, mencari rezeki yang halal, melakukan amal, melebihkan dan menyempurnakan ibadah, dan sebagainya.
Kita tidak perlu terlalu peduli pada hal yang keluar dari mulut manusia yang selalu berpikiran dan mengucap yang negatif saja.
Fokuskan pada yang positif.
Fokuskan pada yang membangun.
Fokuskan pada yang ikhlas.
(sumber: oh bulan)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya