Kala Mimpi Siswi SMK Sentuh Hati Desainer Barli Asmara

Reporter : Gladys Velonia
Jumat, 29 September 2017 18:43
Kala Mimpi Siswi SMK Sentuh Hati Desainer Barli Asmara
Juri WFA 2017, Barli Asmara, mengaku mendapat banyak cerita menarik dari para peserta.

Dream - Ketua juri Wardah Fashion Awards (WFA) 2017, Barli Asmara, mengaku kesulitan memilih 12 finalis yang berhak melaju ke babak final. Dia tak mau sembarangan memilih karena semua finalis berkesempatan menampilkan karyanya di ajang Jakarta Fashion Week 2018 pada akhir Oktober mendatang.

" Saya kesulitan memilih karena semua anak ini berpotensi. Yang ditampung lebih dari 20, tapi harus disisihkan jadi 12. Padahal setiap kota saja yang daftar lebih dari 10," ungkap Barli di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 28 September 2017.

 Gladys Velonia/ Dream.co.id© dream.co.id

Desainer yang baru melantai di New York Fashion Week ini mengaku memiliki kriteria penilaian tersendiri. Dia mengatakan di ajang WFA ini, para juri diharuskan memberikan penilaian secara profesional dan objektif, bukan karena belas kasihan.

Barli mengaku mendapat banyak pengalaman ketika roadshow ke sejumlah kota. Banyak cerita menarik dari para peserta yang bisa dia gunakan sebagai pertimbangan untuk memilih peserta.

" Ada satu anak di setiap kota yang bikin saya terenyuh. Dia nggak berasal dari sekolah desainer kayak Lasalle, ESMOD, dia cuma anak SMKN 27," ucap Barli.

" Saya mau dia ikut ngerasain lah euphorianya. Kasihan kalau tidak, saya kasih kesempatan. Tapi nanti saya tidak bisa milih sepihak. Kalau bagus ya bagus, kalau tidak ya tidak," ungkap Barli melanjutkan.

Lantas, apa sajakah kriteria yang jadi pertimbangan dari penjurian kali ini?

 Barli Asmara© dream.co.id

" Sanggup untuk produksi, paham banget strategi pemasaran dan penjualan dan harga, sudah paham banget kalau produknya akan layak untuk diminati semua orang, khalayak umum," tegas Barli.

Berbeda dengan Barli, Dian Pelangi yang juga menjadi juri WFA 2017 mengatakan faktor terpenting dalam penilaian adalah daya tarik busana yang dirancang. Desain yang disajikan harus memasukkan unsur modernitas, sehingga memiliki daya jual tinggi saat ditawarkan ke konsumen.

" Aku berharapnya kriterianya berdaya jual tinggi, terus dia bener-bener kekinian, sekarang kan apa-apa visual, jadi secara visual juga menarik.

Dian juga ingin tahu bagaimana para peserta menerapkan strategi marketing untuk produk masing-masing. Menurut dia, marketing menjadi satu sisi yang sangat penting bagi seorang desainer. 

" Desainer itu bukan cuma desain baju, sudah kelar. Tapi harus mikirin daya jualnya bagaimana, cara B2B-nya (Business to Business) bagaimana, sampai makeup-nya bagaimana itu juga dipikirin, kita cari orang yaNg whole package ya," tegas Dian.

 

Beri Komentar