Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi/Foto : Pixabay / Pexels
DREAM.CO.ID - Beberpa bayi setelah lahir mengeluarkan cairan menyerupai Air Susu Ibu (ASI) dari payudara. Kondisi ini mungkin membuat panik dan bingung para orangtua baru.
Nah, para ayah bunda penting mengetahui kondisi tersebut. Pasalnya, kondisi yang banyak dianggap aneh ini sebenarnya umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya.
Dokter Kresnawati Setiono dari Alodokter mengatakan bahwa kondisi ini dikenal dengan istilah medis galaktore neonatal atau witch’s milk, dan dapat terjadi pada bayi laki-laki maupun perempuan.
" Kondisi yang dialami anak anda disebut sebagai galaktorea. Galaktorea adalah cairan seperti susu dari puting susu namun berbeda dengan air susu yang diproduksi ibu menyusui," kata dr. Kresnawati.
Biasanya, cairan tersebut keluar dari puting bayi dalam jumlah kecil selama beberapa hari atau minggu pertama setelah lahir. Fenomena ini diperkirakan terjadi pada sekitar 5 hingga 10 persen bayi baru lahir.

Kondisi ini tidak memerlukan pengobatan dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Orangtua cukup menjaga kebersihan area payudara bayi dan tidak memencet atau menekan puting, karena bisa menyebabkan iritasi atau infeksi.
Jika cairan terus keluar setelah bayi berusia lebih dari dua bulan, atau jika terdapat tanda-tanda lain seperti pembengkakan hebat, kemerahan, atau demam, orang tua disarankan segera membawa bayi ke dokter.
" Sewaktu hamil, hormon estrogen ibu masuk ke bayi melalui plasenta. Hal ini dapat menyebabkan pembesaran jaringan payudara dan mungkin terkait dengan keluarnya cairan susu dari payudara bayi. Hal ini dapat dialami oleh bayi laki-laki ataupun bayi perempuan," kata dr. Kresnawati.
" Jika diketahui penyebabnya, maka diobati penyebabnya. Jika pada bayi yang akibat estrogen ibu, tidak perlu tindakan atau terapi khusus untuk hal ini," sambung dia.
Penyebab utamanya adalah pengaruh hormonal dari ibu selama kehamilan. Meski begitu, pengamatan tetap perlu dilakukan agar kondisi yang tampaknya sepele ini tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa