Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Ternyata, BBM Bisa Basi Kalau Kendaraan Didiamkan Terlalu Lama. (Foto: Shutterstock)
Dream – Gerakan #dirumahaja terus dikampanyekan pemerintah selama pandemi corona. Sudah hampir sebulan masyarakat banyak belajar, bekerja, dan beribadah, di rumah.
Gerakan itu membuat jalan sepi karena tak banyak orang yang keluar rumah. Ini bisa berakibat buruk bagi kendaraan apabila pemilik tak merawatnya secara rutin di tengah WFH. Salah satu masalah yang bisa timbul adalah bensin basi.
Bensin basi bisa terjadi karena ada perubahan formula saat dibiarkan mengendap terlalu lama. Paling tidak kendaraan harus dipakai atau jangan biarkan bensin mengendap selama 2-3 bulan. Jika lebih lama akan buat kendaraan kita rusak.
Lantas apa yang seharusnya kita lakukan di tengah WFH ini agar bensin di kendaraan tak basi? Berikut cara mengatasinya, sebagaimana dikutip dari Otosia:
Dilansir oleh Consumerreports.org, ada dua cara sederhana untuk mencegah bensin basi. Pertama, mengisi penuh tangki kendaraan dan ke dua menambahkan zat yang biasa disebut dengan pestabil bahan bakar.
Mengisi penuh tangki bisa membuat bensin tak basi karena hanya akan ada sedikit ruang yang tersisa untuk udara dan kemungkinan kondensasi di dalamnya bisa diminimalisir.
Sangat disarankan juga untuk tidak memarkirkan kendaraan di luar ruangan yang secara langsung terkena sinar matahari. Karena hal itu akan membuat proses kondensasi semakin cepat.
Selanjutnya, mencegah bensin basi juga bisa dengan zat penstabil bahan bakar. Namun harus digunakan dengan bensin yang memiliki kualitas tinggi. Cara pemakaiannya pun harus sebelum mengisi bensin, jadi antara zat tadi dengan BBM bisa tercampur optimal setelah mengisinya.
Dream – Mobil yang beredar saat ini kebanyakan sudah dilengkapi dengan berbagai fitur yang canggih. Fitur itu sengaja dipakai untuk menjamin keselamatan sekaligus kenyamanan sang pemiliki saat berkendara.
Beberapa pabrikan mobil bahkan sudah menggunakan beberapa fitur yang dirancang agar kendaraannya bisa lebih hemat bahan bakar (BBM).
![]()
Memang, berkendara irit bahan bakar tergantung cara pengemudi membawa mobilnya. Namun, ada beberapa fitur yang mendukung hal tersebut.
Berikut ini ada tiga fitur yang bisa membantu mobil untuk lebih hemat bensin atau solar, dikutip dari Liputan6.com yang melansir Hyundai Indonesia, Rabu 18 Maret 2020.
Fitur Eco Indicator ini sudah sangat lazim tersedia di mobil-mobil baru sekarang ini. Fungsinya adalah dapat mendeteksi pengoperasian transmisi terutama di kendaraan matic. Indikator ini biasanya ditandai dengan lampu hijau yang menyala di Multi Information Display (MID).
Jika lambang Eco Indicator ini menyala (biasanya berupa gambar daun atau tulisan ECO), berarti gaya berkendara sudah termasuk irit. Fitur eco indicator akan menjalankan sistem secara otomatis membuat ECU agar menghemat sistem bahan bakar. Seperti pengaturan suplai BBM, udara dan proses perpindahan transmisi.
Fitur ini bakal aktif saat putaran mesin berada di rentang 1.500-3.000 RPM. Artinya, putaran mesin tidak tinggi dan konstan. Lampu tanda ECO juga bakal tetap hidup, apabila pedal gas ditekan secara lembut (smooth). Jika lampu terus menyala, maka akan membuat konsumsi BBM lebih irit 4 persen.
Fitur cruise control memang belum tersedia di semua model mobil, tapi fitur ini juga berfungsi untuk membantu meningkatkan efisiensi BBM, terutama jika sering berkendara di jalan tol yang kondisinya lengang. Fitur ini umumnya teraplikasi di lingkar kemudi.
Agar mudah dijangkau oleh jari pengendara. Fungsi utamanya mengatur laju kendaraan agar tetap konstan tanpa bantuan pengemudi untuk menginjak pedal gas.
Fitur ini tidak selalu dalam keadaan aktif, pengemudi harus melajukan mobil pada kecepatan tertentu. Biasanya dapat berfungsi pada kecepatan 40 km/jam dan sebaiknya dilakukan di jalanan bebas hambatan (jalan tol). Dengan fitur ini, penggunaan konsumsi bahan bakar semakin efisien karena putaran mesin stabil yang diatur oleh ECU mobil seminimal mungkin.
Fitur auto start-stop berfungsi meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar kala mesin stasioner dalam jangka waktu tertentu. Fitur juga yang dikenal sebagai idle stop ini bekerja mematikan mesin ketika mobil berhenti sesaat.
Saat berada di tengah kemacetan yang kerap menguras bahan bakar, ia akan bekerja berdasarkan perintah dari komputer untuk mematikan mesin.
Dengan teknologi ini, penghematan bahan bakar bisa direduksi sekitar 5-14% karena mesin tidak beroperasi. Begitu pula dengan reduksi emisi gas buang. Fitur ini akan membuat daya tahan baterai (aki) mobil kamu menjadi lebih berat, dan biasanya aki yang digunakan memang berbeda dengan mobil biasa.
(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?