Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Mau Belajar Naik Motor, Mendingan Pakai Motor Bebek, Ya? (Foto: Shutterstock)
Dream – Tipe motor skuter matic makin banyak jadi pilihan masyarakat di Indonesia. Faktor kemudahan jadi alasan orang-orang memilih sepeda motor karena pengguna tak perlu bingung mengoper transmisi mesin.
Namun para biker pemula sebaiknya menghindari skuter matic untuk belajar. Pilihan berlatih roda dua sebaiknya dilakukan menggunakan motor manual baik bebek maupun kopling.
Dikutip dari Suzuki, Selasa 12 Februari 2019, pengendara yang sudah mahir berkendara dengan motor bebek atau kopling, akan lebih mudah menguasai skuter matik. Sebaliknya, mereka yang baru bisa menunggangi motor matik, belum tentu bisa membawa motor manual dengan aman.
Saat belajar motor manual, biker pemula pertama kali akan diajarkan teknik menguasai gas dan kopling. Beda dengan motor matik. Pengendara pemula hanya belajar gas dan rem. Tak ada pelajaran koordinasi kopling.
Kontrol pengguna yang baru belajar motor matik terhadap gas dan persneling takkan sebagus dengan yang baru belajar motor manual.
Keuntungan belajar menggunakan motor manual adalah koordinasi gas dan kopling akan benar-benar terkontrol. Saat ada gap antara gas dan kopling, mesin berisiko mati tiba-tiba.
Tidak hanya itu, saat belajar memakai motor manual, pengendaranya dituntut untuk mampu membuka dan menutup gas ketika harus ganti gigi.
Secara refleks, hal ini bisa membuat pengendara menjadi terbiasa untuk menutup gas ketika pengereman. Secara tidak sadar, pengendara bisa belajar kontrol buka-tutup gas.
Saat mereka mengendarai motor matik, sudah mengerti kontrol gasnya seberapa yang aman.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya