Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Pertamina, Shell, Dan Total Kompak Menurunkan Harga BBM. (Foto: Shutterstock)
Dream – Produsen bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kompak menurunkan harga jual BBM pada bulan Februari 2018.
PT Pertamina (Persero) diketahui telah menurunkan harga BBM non-subsidinya mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00. Dengan penyesuaian ini, harga Pertamax cs turun hingga Rp800 per liter.
Sementara harga pertalite tetap berada di kisaran Rp7.650 per liter.
Penurunan harga BBM non subsidi ini menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar AS. “ Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM,” kata Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero), Mas’ud Khamid, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 11 Februari 2019.
Mas’ud mengatakan penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Berikut ini adalah harga BBM non subsidi di wilayah Jakarta.
Tak hanya itu, BUMN migas ini juga menyelaraskan harga premium di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) menjadi setara di daerah non-Jamali, yaitu Rp6.450 per liter.
Lalu, bagaimana dengan harga pesaing Pertamina, Shell dan Total? Harga BBM manakah yang lebih murah?
Dikutip dari Liputan6.com, Shell menurunkan harga BBM di Jabodetabek pada Sabtu 9 Februari 2019 pukul 00.00. Untuk produk BBM kategori RON 92 yakni Super, Shell kini mematok harga Rp9.900 per liter, turun dari Rp10.800 per liter.
Sementara untuk V Power RON 95, harganya terpangkas dari Rp 11.950 per liter menjadi Rp 10.950 per liter.
Sedangkan pada produk Shell Regular, nilai jualnya turun dari Rp 9.900 per liter jadi Rp 9.300 per liter. Sama seperti Total, Shell pun masih mempertahankan harga produk BBM berkategori diesel, yang masih dipatok Rp 11.900 per liter.
Perusahaan migas asal Perancis ini menurunkan harga BBM-nya pada 9 Februari 2019 pukul 14.00. hal ini dikatakan oleh seorang operator di SPBU Total Cideng Timur, Fahmi Sunarya, kepada Liputan6.com.
“ Iya, di kami sudah turun dari Sabtu kemarin, jam 2 siang,” kata Fahmi.
Penurunan harga BBM Total terbilang besar, dari Rp600 sampai Rp950 per liter. Produk Performance 90, yang nilai jualnya turun Rp 600 menjadi Rp9.300 per liter.
Sementara, harga Performance 92 turun dari Rp10.500 per liter jadi Rp9.900 per liter. Pemangkasan tertinggi terjadi pada Performance 95, yang kini dibanderol Rp10.950 per liter dari sebelumnya Rp11.900 per liter.
Tapi, ada satu produk bahan bakar milik Total yang secara harga tak berubah, yakni Performance Diesel. " Itu nggak turun, tetap Rp11.900 per liter," kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?