Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Benarkah Gaya Berkendara Mempengaruhi Usia Busi? (Foto: Shutterstock)
Dream – Bagi sepeda motor, busi menjadi salah satu komponen penting. Busi berfungsi untuk “ menyulap” bahan bakar sehingga menjadi sumber tenaga.
Busi yang terbaik bisa menjamin performa sepeda motor agar lebih maksimal. Selain kualitas, apa lagi yang bisa mempengaruhi usia busi? Apakah gaya berkendara juga termasuk?
Dikutip dari Suzuki, Selasa 23 April 2019, gaya berkendara secara keseluruhan berpengaruh terhadap performa mesin dan konsumsi bahan bakar. Semakin baik gaya berkendaramu, maka performa mesin bisa menjadi lebih maksimal.Konsumsi bahan bakar akan menjadi lebih irit.
Untuk masalah busi, gaya berkendara memang cukup berpengaruh, meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar. Gaya berkendara stop and go, atau sering mengulur dan menarik gas secara tiba-tiba, dapat mengurangi umur busi.
Faktor terbesar yang mempengaruhi umur busi adalah, ruang bakar yang tidak sehat atau tidak bersih. Ruang bakar yang tidak bersih akan membuat busi cepat kotor. Kondisi inilah yang membuat busi akan cepat mati, bahkan hanya bisa bertahan dalam beberapa bulan saja.
Faktor lainnya yang mempengaruhi umur busi adalah pengaturan karburator yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan kerapatan busi. Busi yang terlalu longgar akan membuat bensin jadi lebih boros dan tidak terbakar maksimal. Kondisi ini akan membuat busi terus basah dan rentan mati.
Yang paling penting, ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk menjaga busi tetap maksimal, baik dalam usia ataupun performa, yaitu campuran udara dan bahan bakar harus tepat, kompersi tidak bocor, dan busi tetap bersih.
Lantas bagaimana cirinya busi harus segera diganti?
Rata-rata busi harus diganti setelah menempuh jarak enam ribu kilometer (KM). Ada beberapa gejala yang bisa dirasakan ketika busi harus diganti, seperti kehilangan power, tenaga motor mulai kendor, atau loss power, dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Kondisi-kondisi tersebut bisa terjadi akibat dari bahan bakar yang masuk ke ruang bakar tidak dibakar sempurna oleh busi, sehingga percikan listrik menjadi kecil dan tidak fokus, atau dalam bahasa teknis dikenal dengan istilah miss fire, atau gagal pembakaran.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya