6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Sebagai ungkapan dan bentuk terima kasih kepada Indonesia, Syeikh Ali Jabier mewakafkan 1 juta Al Quran Braile Digital untuk tuna netra di penjuru nusantara. Tak hanya itu target yang ingin dicapai pria pemilik nama Ali Saleh Muhammad Ali jaber ini yakni membawa nama Indonesia ke kancah dunia.
" Sejak saya diberikan kewarganegaraan Indonesia oleh Presiden SBY rasa cinta saya dengan Indonesia terus bertambah. Saya merasa Indonesia begitu baik dengan saya untuk itu saya mengucapkan terima kasih dan bentuk ungkapkan saya Insya Allah ada 1 juta Al quran braile digital untuk diwakafkan ke tuna netra di Indonesia," ujar Syeikh Ali saat ditemui Dream.co.id di kediamannya kawasan Rawamangun, Jakarta, Jumat 10 Oktober 2014.
Selain sebagai bentuk terima kasih, Ali Jabier merasa prihatin dengan jumlah tuna netra yang ada di Indonesia. " Yang saya tahu ada sekitar 3 sampai 4 juta tuna netra di Indonesia dan 85 persennya itu umat islam. Untuk memudahkan mereka belajar Al Quran maka saya hadirkan Al Quran braile digital ini. Belum ada satu tahun, sudah sekitar 3.000 yang didistribusikan ke penjuru Indonesia. Nantinya akan ke luar negeri juga membawa nama Indonesia, kalau program wakaf ini cikal bakalnya dari Indonesia," ujar Syeikh Ali.
Walaupun diakuinya sempat tidak mendapatkan respon positif dari Indonesia. Syeikh Ali terus berjuang dan tidak putus asa, " Awalnya sulit mengenalkan program ini karena Indonesia menurut saya terlambat mempelajari sistem braile. Tetapi saya terus berusaha merangkul masyarakat dan para ulama serta ustad bahkan pemerintah. Sekarang Alhamdulillah antusiasme begitu tinggi," ujarnya.
Kelebihan dari Al Quran braile digital ini dikatakan Syeikh Ali begitu banyak dibandingkan lainnya. " Kalau biasanya masyarakat tuna netra itu ingin membawa dan membaca al Quran braile itu tebal sekali, tetapi tidak dengan yang ini. Selain ada huruf braile ada juga latinnya supaya ada orang yang memiliki penglihatan bisa mendampingi mereka," ujar Syeikh Ali.
Untuk memenuhi targetnya, Syeikh Ali juga mengaku sudah mempersiapkan Al Quran Braile Digital dengan berbagai bahasa. " Karena saya ingin tuna netra di seluruh dunia yang beragama islam bisa membaca dan memahami Al Quran. Akan ada banyak bahasa dari semua negara, kemudian ada artinya juga. Dilengkapi juga dengan alat pemutar suara yang membantu para tuna netra di dunia, bismilah semogga dalam waktu dekat ini semua bisa terlaksana," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
