Berbagi Baju Jelang Lebaran Guna Memperpanjang Masa Pakai Pakaian

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 27 April 2022 14:14
Berbagi Baju Jelang Lebaran Guna Memperpanjang Masa Pakai Pakaian
Kegiatan berbagi baju ini nggak harus baju baru, kok!

Dream – Momen membeli baju baru saat Ramadan dan jelang Hari Raya sudah jadi tradisi turun-temurun buat masyarakat Indonesia.

Ibarat membuka lembaran baru dengan hati yang suci dan bersih, membeli baju baru juga jadi identitas Lebaran.

Menurut survei JakPat (Jajak Pendapat) tahun 2021, meski masih diselimuti nuansa pandemi, namun berbelanja baju baru masih menduduki posisi empat besar (45%) di antara kebutuhan lainnya.

Di saat tiga dari 10 orang Indonesia mengaku menyingkirkan sepotong pakaian setelah mengenakannya hanya sekali (Omnibus YouGov, 2017), di sisi lain, masih banyak masyarakat kurang beruntung yang tidak memiliki kesempatan membeli baju baru untuk merayakan Lebaran.

Bertepatan dengan momen Ramadan tahun ini, Reckitt Indonesia, sebuah produsen barang konsumen multinasional melalui Vanish, menginisiasi gerakan #BahagiaBerbagiBaju untuk mengajak masyarakat Indonesia menyumbangkan pakaian lama layak pakai bagi mereka yang membutuhkan sekaligus memperpanjang masa pakai pakaian untuk mengurangi limbah pakaian.

Program ini juga sejalan dengan tujuan keberlanjutan perusahaan dalam upaya pelestarian lingkungan dalam upaya bersama-sama menciptakan dunia yang lebih bersih dan sehat.

“ Mengenakan pakaian terbaik merupakan bentuk sukacita dalam menyambut Hari Raya. Mengingat di antara kita masih banyak yang tidak bisa membeli baju baru untuk merayakan lebaran,” kata Rahul Bibhuti, Marketing Director Reckitt Indonesiadalam keterangannya Rabu, 27 April 2022.

“ Maka melalui gerakan #BahagiaBerbagiBaju, Vanish ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk turut berbagi kebahagiaan dengan ‘menghidupkan kembali’ pakaian lama layak pakai mereka dengan Vanish agar menjadi pakaian yang terlihat bersih dan pantas dikenakan untuk menyambut momen kebersamaan ini,” jelas Rahul.

1 dari 3 halaman

Apa itu fast fashion?

Turut mendukung gerakan #BahagiaBerbagiBaju, Aghnia Punjabi, seorang influencer hijab yang juga pengusaha fashion mengatakan bahwa dalam industri ini terdapat istilah fast fashion untuk menggambarkan bagaimana pakaian diproduksi secara cepat agar dapat terus mengikuti tren terbaru.

“ Perilaku membeli baju lebaran baru pun salah satunya didorong oleh tren fashion yang menampilkan desain yang berbeda setiap tahunnya,” ujar Aghnia.

Aghnia Punjabi© Instagram.com/emyaghnia

Menurut laporan yang dirilis The World Bank tahun 2019, fast fashion dapat memperburuk masalah lingkungan karena mendorong lahirnya produk fashion yang memiliki masa pakai lebih singkat.

Sebanyak 50 miliar pakaian baru diproduksi tahun 2000, dan 20 tahun kemudian tepatnya tahun 2020, tercatat rata-rata konsumen membeli pakaian 60% lebih banyak.

Tidak hanya membeli lebih banyak, konsumen juga membuang lebih banyak pakaian.

Kurang dari 1% pakaian bekas didaur ulang menjadi pakaian baru. Diperkirakan setiap tahunnya sekitar USD 500 miliar hilang akibat pakaian yang berakhir di tempat pembuangan sampah karena tidak disumbangkan atau didaur ulang.

Sebagai seorang Muslimah, Aghnia pun percaya keberhasilan ibadah Ramadan tidak hanya tercermin dari berpuasa sebulan penuh melainkan juga dari bagaimana kita mendorong diri untuk menjadi lebih baik, salah satunya dalam hal konsumsi pakaian.

“ Saya menerapkan konsep one in, one out, yaitu saat membeli baju baru, saya akan memilih pakaian lama yang bisa disumbangkan ke sesama yang membutuhkan," jelasnya.

Dengan konsep ini, selain dapat menghadirkan kebahagiaan kepada orang lain, kita juga bisa berkontribusi dalam upaya mengurangi limbah pakaian yang merupakan salah satu ancaman bagi kelestarian lingkungan,” tambah hijaber kelahiran Tuban, Jawa Timur.

2 dari 3 halaman

Berbagi kebahagiaan di Ramadan

Senada dengan Aghnia, Donna Agnesia selaku Brand Ambassador Vanish jugamenceritakan dalam merawata pakaian yang dimiliki dengan sepenuh hati.

Dalam hal ini, ibu tiga anak memilih mencuci menggunakan pembersih noda yang dapat mengembalikan warna pakaian seperti baru.

“ Untuk membantu mengurangi personal fashion waste kita juga bisa memanfaatkan momen-momen istimewa salah satunya seperti Ramadan ini untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama dengan cara menyumbangkan pakaian lama kita,” kata Donna. 

Donna Agnesia© Vanish

“ Sebagai bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap sang pemilik baru, sebelum menyerahkan pakaian lama kita, alangkah lebih baik jika kita memastikan pakaian tersebut dalam keadaan bersih dan tampak layak untuk dipakai,” tambah istri Darius Sinathrya.

3 dari 3 halaman

Sumbangkan baju layak pakai kamu yuk!

Untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyumbangkan pakaian lama layak pakainya, Vanish menyediakan drop box di sejumlah pusat perbelanjaan seperti Transmart & Lottemart.

Vanish juga bekerja sama dengan Paxel dalam menyediakan layanan penjemputan sumbangan pakaian lama layak pakai di lebih dari 40 kota di Indonesia.

Sebagai apresiasi, Vanish juga menyediakan hadiah menarik berupa uang tunai senilai Rp1.000.000 untuk masing-masing lima orang donatur tercepat serta 300 pcs produk Vanish untuk donatur beruntung lainnya.

" Mari berikan pakaian kita kesempatan untuk menjalani banyak kehidupan dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain, tak hanya di Ramadan kali ini melainkan juga di momen-momen istimewa lainnya,” tutup Rahul.

Beri Komentar