Ilustrasi Memarkir Mobil Di Tempat Teduh. (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat cuaca terik, pengendara motor biasanya akan mencari tempat teduh saat menunggu lampu hijau menyala. Apalagi banyak lampu lalu lintas yang menyala cuku plama.
Tidak peduli jarak tempat teduh dengan lampu lalu lintas masih jauh, mereka tetap saja berhenti di sana. Tetapi, kamu jangan pernah melakukan kebiasaan ini di Vietnam. Jika nekat, siap-siap saja kantongmu bocor lantaran harus bayar denda.
Dikutip dari Otosia, perilaku berhenti di tempat teduh untuk menunggu lampu merah termasuk pelanggaran lalu lintas. Sebabnya, bisa membuat lalu lintas terhambat.
Bagi pemotor yang masih nekat, otoritas setempat menerapkan denda. Besarannya mencapai 100 ribu dong-200 ribu dong, setara Rp60.678-Rp121.356.
Untuk pengendara mobil, dendanya bisa mencapai 600 ribu dong sampai 800 ribu dong . Jika dirupiahkan sebesar Rp364.068 hingga Rp485.424.
Dream – Seorang pemilik mobil di Hangzhou, Tiongkok, memarkirkan mobil Hyundai di parkiran mobil. Tak tanggung-tanggung, dia menginapkan mobilnya selama 600 hari.
Tarif parkir yang harus dibayar membengkak jadi senilai Rp171 juta.
Dikutip dari Zing, Kamis 6 Juni 2019, area parkir ini berjarak 500 meter dari Lake West. Mobil Hyundai yang terlantar ini memiliki pelat nomor dari provinsi Anhui, tiongkok.
Cat mobil ini sudah rusak dan dipenuhi oleh debu. Terlihat pemilik mobil tak bersedia membawanya kembali pulang.
Setiap hari, pegawai parkir akan merekam tiket parkir senilai 147 yuan (Rp303.702). Tarif parkirnya meningkat jadi 83.023 (Rp171,02 juta).
Di Tiongkok, tak ada aturan yang jelas untuk mengatur mobil terlantar di area parkir dalam waktu lama. Makanya, tak sedikit pemilik mobil yang memilih untuk menelantarkan mobil di area parkir.
Kalau tarifnya makin tinggi, mereka akan mengirimkan ke tempat sampah dan mengabaikan “ nasib” kendaraannya. (ism)
Dream – Saban memarkir kendaraan di pusat perbelanjaan atau tempat berbayar lain, kita pasti sudah punya gambaran tarif yang harus dibayar. Kita biasanya sudah menghitung-hitung lama kendaraan kita terparkir.
Tapi, ada kisah yang sedang menjadi perbincangan. Pengendara ini harus menerima tagihan sebesar Rp32 juta padahal baru sekitar 45 menit memarkir mobilnya.
Kisah ini dialami oleh sopir pengiriman, Supra Mac, di Bandara Jewel Changi Singapura. Dia kaget bukan kepalang saat harus membayar tarif parkir senilai 3.158,72 dolar Singapura (Rp32,92 juta).
Dilansir dari World of Buzz, Selasa 30 April 2019, cerita ini bermula ketika Supra Mac hendak keluar parkir. Sayangnya, dia tidak bisa keluar karena saldo uangnya tidak cukup.
“ Saya baru mengisi kartu kredit saya pagi hari. Ketika melihat jumlahnya, itu seperti lelucon,” kata dia.
Lalu, Supra menghubungi staf Jewel melalui intekom. Sepuluh hingga lima belas menit kemudian, pria ini baru bisa keluar.
“ Saya pikir tidak ada yang bisa disalahkan. Itu hanya kesalahan dan mereka yang menyelesaikannya,” kata dia.
Juru bicara bandara menyebut insiden ini terjadi karena tap out Supra tidak tercatat di gerbang pembayaran. “ Kami mengonfirmasi ini kasus yang terjadi pada 10 April di ruang bongkar muat,” kata juru bicara tersebut.
Menurut juru bicara itu, tak ada catatan pengemudi meninggalkan tempat parkir. Biaya parkirnya terakumulasi sampai kunjungan berikutnya pada 24 April 2019.
Juru bicara juga meminta agar kendaraan lain tidak mengekor mobil dan menjaga jarak aman dari mobil di depannya. Tujuannya agar system parkir bisa merekam semua mobil yang keluar masuk pintu.
Dream – Ini mungkin pembayar denda paling lama di dunia. Seorang pria diketahui baru membayar denda parkir setelah 44 tahun dari saat dia memperoleh hukuman pembayaran uang itu.
Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 6 Juli 2018, Departemen Kepolisian Minersville, Pennsylvania, Amerika Serikat, mendapatkan kejutan berupa sebuah amplop yang datang ke kantor tersebut. Amplop ini berisi uang US$5 (Rp71.910) dan sebuah catatan di dalamnya—plus tiket denda parkir.
“ Departemen Kepolisian sayang, saya sudah membawa tiket (denda) ini selama 40 tahun lebih. Selalu berniat membayar. Maafkan saya jika tidak memberikan informasi ini. Dengan hormat, Dave,” begitu tulis pelanggar itu.
Kepala Polisi Minersville, Michael Combs, mengatakan, uang itu digunakan untuk membayar tiket denda parkir yang dirilis tahun 1974.
“ Ini ditujukan tentu saja ke departemen kepolisian dengan alamat pengirim yang merasa bersalah di Wayward Road, Anytown,” kata Combs.
Dia membenarkan keaslian tiket yang dikeluarkan pada 44 tahun yang lalu. Akan tetapi, Combs sadar keterbatasan teknologi pada masa itu menyulitkan pelacakan karena dana terbatas.
Combs tak mempermasalahkan keterlambatan pembayaran si pelanggar. Sebaliknya, dia justru ingin berterima kasih kepada Dave.
“ Kami sangat menghargai individu ini membayar tiketnya. Sekali lagi, kami mendorong orang lain, jika memiliki tiket yang luar biasa, tolong bayar,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)
Dream – Kalau kamu memarkir mobil di pantai, pastikan sangat aman dari sentuhan air laut. Jangan sampai mendapat “ zonk” seperti yang dialami pria ini.
Dikutip dari Auto Evolution, Rabu 24 April 2019, seorang pria tak disebut namanya ini memarkir mobil Ford Transit di pantai dekat Brean, Somerset, Inggris. Sayangnya, dia lupa kalau akan ada ombak pasang.
Benar saja. Beberapa menit kemudian, ombak besar datang dan “ menelan” keseluruhan badan mobil.
Beruntung sekali, menurut laman Bristol Post, sang pemilik tidak berada di dalam mobil. Pihak berwenang membunyikan alarm dan mendesak pemilik mobil mengetahui di mana dan kapan mereka memarkir mobil di pantai.
Otoritas setempat menyebut pihaknya menuju mobil Transit dan mencari kemungkinan adanya penghuni di dalamnya. Bersyukur tak ada yang berada di dalam ketika ombak pasang.
“ Relawan kami dipanggil pada 19.36 oleh penjaga pantai untuk melaporkan ada van Transit yang terdampar di Pantai Brean dengan gelombang pasang yang cepat,” kata juru bicara Coastguards and BARB Search and Rescue Burnham.
Juru bicara ini mengatakan anggotanya memastikan tak ada penghuni di dalamnya. “ Sayangnya, karena kondisi pasang surut, kendaraan tak dapat diambil dengan aman,” kata juru bicara itu.
Juru bicara itu menegaskan kepada masyarakat untuk waspada terhadap ombak pasang di pantai. “ Pesan keamanan utama di sini adalah untuk selalu memeriksa waktu pasang sebelum berkendara ke pantai setempat. Bicaralah dengan petugas pantai kalau kamu tidak yakin,” ujar dia.
Pemilik mobil meyakini mobil vannya benar-benar tenggelam. Untuk bisa mengeluarkannya, bukan tidak mungkin dia harus merogoh kocek dalam-dalam.
Advertisement

Perempuan di Balik McDonald’s Indonesia: Dua Kisah, Satu Komitmen untuk Tumbuh dan Berdampak


Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian
