Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Masyarakat yang punya penghasilan pas-pasan dan ingin merasakan sensasi mengendari sepeda mahal Brompton bisa segera mewujudkan impiannya. Produsen brand sepeda asal Inggris ini berencana meluncurkan layanan baru sewa dengan jangka waktu bulanan atau tahunan.
Dengan layanan masyarakat bisa menggunakan sepeda Brompton tanpa harus membelinya.
Ide menghadirkan layanan sewa sepeda ini muncul melihat permintaan sepeda Brompton yang meningkat sejak masa pandemi Covid-19.
Menurut laman The Guardian, tingkat penggunaan sepeda di Inggris melonjak hingga 300 persen dalam beberapa hari terakhir. Data tersebut dikutip dari Departemen Transportasi Inggris.
Bagi konsumen yang berminat untuk berlangganan sepeda Brompton M3L, konsumen dikenai tarif 30 poundsterling per bulan, atau kira-kira 1 poundsterling sehari, untuk komitmen selama 12 bulan. Jika harga tersebut dikonversi ke dalam rupiah, maka kira-kira Rp 581.000 per bulan, atau Rp 19.000 sehari.
Biaya asuransi, perbaikan, dan servis dua kali setahun sudah termasuk dalam biaya berlangganan tersebut.
Julian Scriven, Direktur Pelaksana Brompton Bike Hire, memberikan penjelasan lebih dalam mengenai program berlangganan Brompton kali ini. “ Permintaan sangat tinggi selama beberapa bulan terakhir, baik untuk pabrikan dan ritel Brompton, dan persewaan sepeda."
" Sedikit tenang sekarang karena orang-orang sedang pergi berlibur. Menjelang akhir bulan lalu, hampir 700an sepeda kami habis disewa,” kata dia.
Sebelum pandemi, orang rata-rata menyewa sepeda Brompton selama 3-5 hari, tapi di masa pandemi ini angka itu melonjak hingga 30 hari. Untuk layanan berlangganan baru, pengguna harus mendaftar secara online, dan dapat mengambil sepeda dari konter Brompton terdekat.
Atau, pihak Brompton bisa mengirimkan unit sepeda ke rumah pelanggan. Scriven berharap akan memiliki 1.000 pelanggan dalam enam bulan ke depan. Dia juga mengatakan varian e-bike Brompton pun akan tersedia untuk program berlangganan di masa mendatang.
Brompton berencana untuk meluncurkan layanan berlangganan yang sama di Jerman menjelang akhir tahun depan, dan diikuti dengan Amerika Serikat.
Dia menyebut, layanan berlangganan sebagian ditujukan untuk kaum milenial dan generasi X, yang menginginkan keuntungan dari memiliki sesuatu tetapi tidak menanggung risiko. Sebab, jika ada yang rusak pada sepeda, konsumen tinggal datang dan menukarnya.
" Mereka tinggal bilang, saya mau ganti ini dengan yang enggak kempes -misalnya," kata Scriven.
(Sah, Sumber: Theguardian.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya