Bukan Main, Pelat Nomor Ini Harganya Rp172 Miliar, Lebih Mahal daripada Mobilnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 12 Agustus 2021 11:46
Bukan Main, Pelat Nomor Ini Harganya Rp172 Miliar, Lebih Mahal daripada Mobilnya
Jauh lebih mahal daripada kendaraannya.

Dream – Mobil mewah berharga miliaran rupiah, itu sudah biasa. Tapi ini soal pelat nomor yang harganya bisa jadi jauh lebih mahal ketimbang mobil super mewah sekalipun.

Sebut saja Lamborghini Aventador SVJ Roadster yang harganya terbilang mahal. Di pasar Amerika Serikat banderolnya mulai dari US$573.966, atau sekitar Rp8,26 miliar.

Tapi, ada pelat nomor yang lebih mahal daripada satu unit mobil Banteng Tempur itu. Pelat nomor itu berasal dari Qatar. Angkanya sangat cantik: 123.

1 dari 5 halaman

Menurut Carscoops, pelat nomor ini dilelang dengan harga US$12 juta atau sekitar Rp172,66 miliar. Bukan main mahalnya. Usut punya usut, ternyata pelat nomor ini berbeda dengan pelat mahal di dunia.

Biasanya, pelat nomor itu berbentuk kombinasi angka dan huruf. Tapi, pelat mobil Lamborghini Aventador SVJ Roadster itu hanya terdiri dari angka.

Bisa jadi, pelat nomor kendaraan itu jadi yang termahal di dunia.

 

2 dari 5 halaman

Spesifikasi Lamborghini Aventador SVJ Roadster

Bicara tentang mobilnya, Aventador SVJ ini dirilis pada 2019 dengan kit aerodinamis yang agresif dan mesin yang lebih bertenaga. Mobil ini mengusung mesin V12 6,5 liter yang menghasilkan tenaga 759 hp dan torsi 720 Nm. Mobil itu memiliki transmisi otomatis tujuh percepatan.

Aventador SVJ Roadster itu terlihat cukup apik. Berwarna putih mutiara, dipadukan dengan atap serat karbon dan elemen aero, velg hitam, kaliper rem merah, dan grafis ungu. Di dalam kabin, ada jok putih dan ungu dan detail serat karbon di dasbor. Dilihat dari platnya, mobil ini mungkin menjadi salah satu favorit pemiliknya.

Mobil ini hanya membutuhkan 2,9 detik untuk sprint 0-100 km/jam (0-62 mph), sedangkan kecepatan tertinggi 350 km/jam (217 mph) selama mempertahankan atap serat karbon.

 

(Laporan: Angela Irena Mihardja)

 

3 dari 5 halaman

Wakil Rakyat Bikin Pelat Nomor Kendaraan Khusus, Logo DPR Ditonjolkan!

Dream - Kebijakan baru di lingkungan DPR-RI menuai kontroversi di masyarakat. Diketahui Sekretariat Jenderal DPR telah mengeluarkan aturan baru mengenai pelat nomor polisi khusus untuk seluruh anggota DPR.

Untuk membedakannya dengan mobil milik masyarakat biasa, pelat nomor polisi khusus anggota DPR ini akan memiliki logo DPR. Penanda khusus lainnya adalah nomor anggota legislatif itu akan terpajang di pelat tersebut.

 

© Dream

 

 

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, pengajuan nomor pelat khusus ini dibuat untuk memantau anggota dewan saat berkendara.

" Udah hampir semua (anggota DPR) dapat," kata Sufmi dikutip Dream dari Merdeka.com, Sabtu, 22 Mei 2021.

4 dari 5 halaman

Alasan Bikin Pelat Nomor Khusus

Menurut Sufmi, penggunaan pelat khusus ini akan memudahkan untuk mengenali anggota dewan saat berkendara.

Selama ini, Sufmi mengaku sering mendengar laporan yang menuding kendaraan yang ditumpangi anggota DPR melanggar peraturan lalu linta seperti menerobos lampu merah atau masuk ke jalur bus TRansjakarta. " Ini supaya juga dapat dipantau," ujarnya.

Pelat khusus itu juga bisa memundahkan memantau wakil rakyat ketika berada dalam keadaan bahaya. Atau mengecek jika ada laporan kendaraan anggota DPR yang dituding melanggar aturan.

" kan itu gampang, kalau dibilang ada yang ngomong itu anggota DPR, dilihat pelatnya benar atau tidak, dan kemudian ketika ketika sedang ramai-ramai bom dan pengetatan di DPR juga yang memakai pelat itu ada tempat sendiri dan lewat jalur sendiri, sehingga lebih memudahkan pemantauan," tuturnya.

 

5 dari 5 halaman

Syarat Bisa Pakai Pelat Khusus

Untuk bisa memperoleh pelat khusus ini, Dasco mengatakan, anggota DPR harus mempunyai pelat yang sudah membayar pajak atau pelat biasa yang dikeluarkan Polri.

Saat ini pelat produk Mahkamah Kehormatan Dewan DPR ini sudah dibuat peraturan Sekjen DPR dan dikoordinasikan dengan kepolisian yang sudah mendapat surat telegram dari Kapolri.

" Kemudian disosialisasikan ke polda-polda, tapi memang mungkin sosialisasi belum merata, karena juga yang pakai gak banyak, sedikit, kan anggota DPR gak banyak," ucapnya.

Beri Komentar