Hasil Investigasi Crane Nahas Masjidil Haram Segera Keluar

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 9 November 2015 16:51
Hasil Investigasi Crane Nahas Masjidil Haram Segera Keluar
Biro Investigasi dan Penyidikan Umum kasus jatuhnya crane segera menyiapkan berkas penuntutan kepada para pihak yang dinyatakan terlibat.

Dream - Investigasi kasus jatuhnya menara kerek (crane) di Masjidil Haram pada musim haji tahun ini telah memasuki tahap akhir. Biro Investigasi dan Penuntutan Umum (Bureau of Investigation and Public Prosecution/BIP) segera menyiapkan berkas penuntutan dan setiap pihak yang dinyatakan terlibat akan diadili.

BIP telah menggelar pemeriksaan terhadap para teknisi dan manager projek. Departemen Teknik Pengelola Dua Masjid Suci diminta memberikan laporan atas proyek pembangunan Masjidil Haram yang menyebabkan insiden menelan 109 jemaah tewas dan 238 lainnya mengalami luka pada 11 September lalu.

" BIP tengah meminta laporan dari departemen arsitektur dari Pengelola Dua Masjid Suci. BIP juga menerima laporan dari Kementerian Pertahanan Sipil dan Kementerian Kesehatan tentang jumlah korban akibat insiden tersebut," ujar seorang sumber kepada harian lokal Al Hayat.

Sumber tersebut juga mengatakan setiap pihak yang dinyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut akan menerima hukuman yang sesuai.

" BIP tengah melacak nama-nama arsitek dan insinyur konstruksi yang terlibat dalam proyek ini. Seluruh direktorat dan perusahaan yang terlibat akan diminta bertanggung jawab. Badan ini telah meminta laporan penilaian kerusakan akibat kecelakaan berat yang menghilangkan nyawa," ungkap sumber tersebut.

Sumber tersebut menambahkan perusahaan Binladin Group akan bertanggungjawab atas segala kerusakan yang disebabkan kesalahan operasional.

" Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman telah menyatakan Kerajaan akan memberikan dana kompensasi kepada para keluarga korban. Ahli waris jemaah meninggal akan mendapat 1 juta riyal Saudi sedangkan korban terluka akan mendapat masing-masing 500.000 riyal Saudi. Raja juga menyatakan dua anggota keluarga korban meninggal akan diundang berhaji tahun depan," kata sumber itu.

Raja juga mengatakan para jemaah yang mengalami cidera dan tidak dapat melanjutkan prosesi haji akan diundang untuk berhaji di tahun depan.

Arab Saudi memberikan visa kepada keluarga korban agar dapat berkunjung dan merawat korban cidera hingga pulih.

Sebelumnya, Kerajaan Arab Saudi merilis hasil investigasi awal yang memuat penyebab kecelakaan lantaran hembusan angin kencang yang terjadi di Mekah. Rilis tersebut juga menyatakan crane diparkir pada lokasi yang tidak tepat.

Sumber: saudigazette.com.sa

Beri Komentar